Kompol TM Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kaburnya Gembong Narkoba Asal Prancis

Beritakompas.com –¬†Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Rutan Polda NTB Kompol TM resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi yang menyebabkan lolosnya gembong narkoba WN Prancis Dorfin Felix.

Dorfin merupakan gembong narkoba jenis sabu yang kedapatan membawa 2,4 kilogram sabu dan ditangkap di Bandara Internasional Lombok pada 21 September 2018 lalu.

Menurut keterangan yang dip[eroleh dari Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol I Komang Suartana membenarkan bahwa TM telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kaburnmya tahanan tersebut.

Dimana setelah dilakukan pemeriksaan terhadap TM oleh tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda NTB tersangka diduga kuat memuluskan kaburnya Dorfin dari sel tahanan Polda NTB dan memberikan fasilitas mewah di dalam sel tahanan, mulai dari pemberian ponsel, televisi, gorden untuk sel tahanan yang ditempati Dorfin di lantai dua Rutan Polda NTB.

Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Drs Agus Salim berjanji akan mencari benang merah bagaimana TM bisa terlibat sebegitu jauh memberi fasilitas pada tahanan.

“Jadi apa yang dilakukan TM ini masih kami kenakan pelanggaran kode etik dan terkait kasus suapnya telah diperiksa tim penyidik Tipikor,” kata Agus.

Bingung Dorfin kabur lewat mana Agus Salim mengaku tim penyidik masih berdebat bagaimana Dorfin bisa kabur, apakah benar lewat jendela jeruji, atau lewat pintu lain.

“Ini masih terus kami dalami, termasuk apakah dia si Dorfin keluar dari jendela belakang atau lewat jalan lain, masih didalami ya. Ini masih debatable, memastikan dia kabur lewat mana. Ada yang bilang lewat belakang sepertinya tidak mungkin, kalau lewat depan kami cek CCTV, kami pelototi itu CCTV dan tidak terlihat, jangan jangan pakai ilmu jin,” katanya.

Agus Salim mengaku, pihaknya juga meminta bantuan ahli besi untuk memastikan apakah Dorfin mengunakan gergaji besi atau ada alat lain yang digunakan.

“Kata tukang itu pakai gergaji besi, tetapi sudah lama dikerjakan, dan pada hari H baru bisa terlepas. Dan ada warga yang mendengar jatuhnya besi atau jeruji,” ujarnya.

Agus mengatakan, TM sepertinya dimanfaatkan sehingga memberikan fasilitas-fasilitas pada tahanan ini.

“Pada prinsipnya, apa yang terjadi dalam rutan hampir semua melanggar SOP,” tambahnya.

Salah satu contohnya, di dalam ketentuan tidak boleh ada selimut, dikhawatirkan dipakai untuk bunuh diri. Saat petugas menegur tersangka, justru TM marah balik pada petugas, khawatir Dorfin kedinginan. TM perhatian karena sudah mengaggap Dorfin seperti anak sendiri. Kejanggalan lain adalah saat Dorfin kabur jumlah penjaga yang semestinya 4 orang hanya berjaga 2 orang saja.

“Nah ini akan kami dalami, kenapa yang berjaga hanya dua orang, mereka yang tidak berjaga mengaku sakit, akan kami cek. Kalau sakit, sakit apa dan kalau periksa ke dokter akan kami cek ke dokter mana,” tegas Agus Salim.

Be the first to comment

Komentar Anda