BPN Sindir Jokowi Punya Problem Etis Karena Lupa Jasa Hashim

Beritakompas.com – Miftah Sabri yang merupakan Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir Joko Widodo sebagai sosok yang memiliki problem etis.

Hal ini terkait dengan debat perdana pilpres yang digelar 17 Januari kemarin saat Jokowi menyentil data Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait Gerindra yang memiliki caleg eks napi koruptor terbanyak.

“Secara etis kalau boleh saya katakan Pak Jokowi punya problem etis saat menyampaikan soal Gerindra, itu secara legal sudah di oke-kan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA),” kata Miftah di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Tak hanya itu, Miftah juga menyebut problem etis itu juga terbukti dengan Jokowi yang seolah kacang lupa kulitnya. Di debat itu Jokowi juga menyinggung soal dia yang tak memberi mahar apapun kepada Prabowo saat maju di Pilkada DKI 2012 lalu.

Jokowi menyebut dia tak keluar dana sepeser pun untuk biaya kampanye di Pilgub DKI kala itu. Memang benar kata Miftah, Jokowi tak keluar uang dari kantong pribadinya. Tapi mantan walikota Solo itu beberapa kali meminta uang kepada adik Prabowo, Hashim Djodjohadikusumo untuk membiayai dana kampanyenya.

“Ketika maju di Pilkada DKI dia ngaku enggak keluar uang sedikit pun, dia ngaku tidak ada pemberian mahar, tapi kan disampaikan juga dia itu berkali-berkali datang ke Pak Hashim meminta uang untuk maju calon gubernur,” kata Miftah.

“Pak Jokowi yang datang langsung ke Mid Plaza lebih dari empat sampai lima kali datang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Miftah, soal caleg eks napi ini sebetulnya memang bukan kewenangan Prabowo. Sebab kata dia setelah diperiksa para caleg ini bukan caleg pusat melainkan pencalonan untuk wilayah atau DPRD.

Para caleg eks napi koruptor ini pun diajukan oleh DPD dan DPC masing-masing, bukan oleh Prabowo. Oleh sebab itu kata dia, data yang disampaikan Jokowi saat debat kemarin pun tak benar. Jokowi kata dia telah keliru atas bisikan yang disampaikan oleh timsesnya terkait data tersebut.

“Ya jelas dia salah dengar bisikan, ini kan datanya juga salah, pernyataan Pak Jokowi itu sudah keliru,” kata dia.

Be the first to comment

Komentar Anda