Umar Kholid Harahap Penyebar Hoaks Ijazah Jokowi Palsu Ditangkap Bareskrim Polri

Ijazah Jokowi yang disebarkan di media sosial dan diduga sebagai ijazah palsu

Beritakompas.com – Seorang pria diketahui bernama Umar Kholid Harahap ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri setelah melakukan penyebaran berita bohong tentang ijazah palsu Presiden Joko Widodo.

Penangkapan dilakukan terhadap tersangka pada hari Sabtu (19/1/ 2019), pukul 00:30 WIB.

Penangkapan tersebut dikonfirmasikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dimana saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan.

“Betul tersangka sudah ditangkap dan saat ini masih diperiksa,” kata Dedi.

Dedi menuturkan, tersangka dengan sengaja menyebarkan berita hoaks dengan menggunakan akun Facebooknya.

Meski begitu, tersangka Umar tidak dilakukan penahanan lantaran diancam hukuman dua tahun dan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik.

“Penyidik yang memutuskan, tentunya dari hasil gelar perkara dan alasan obyektif dan subyektifnya sudah dianalisa tentunya,” kata Dedi.

Dari penangkapan tersangka turut diamankan barang bukti:

1. 1 (satu) buah HP vivo

2. 1 (satu) buah Sim card telkomsel no 081299006938

3. 1 (satu) buah sim card indosat 085921494081

4. 1 (satu) buah akun FB dengan url https://m.facebook.com/umar.kholid.378

5. 1 (satu) buah email [email protected]

Tersangka dijerat Pasal 14 ayat 2 , Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan atau 207 KUHP.

Sebelumnya, di media sosial, viral informasi yang menyatakan bahwa ijazah SMA Presiden Jokowi palsu. Jokowi disebut bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo, seperti yang selama ini diketahui.

Ijazah Jokowi SMA dianggap palsu karena lulus pada 1980 padahal, menurut kabar viral itu, SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986.

Be the first to comment

Komentar Anda