Pria Asal Lumajang Ditangkap Setelah Produksi dan Jual Senjata Api Rakitan

Beritakompas.com – Joni Mahendra (35) warga Lumajang, Jawa Timur ditangkap setelah  diduga memproduksi dan menjual senjata api rakitan.

Joni ditangkap setelah senjata api rakitan yang hendak dikirimkan ke calon pembeli terdeteksi petugas Bandara Juanda, Surabaya.

“Berawal dari ditemukannya barang yang bertuliskan onderdil, ternyata setelah diperiksa berisi senjata api beserta sejumlah amunisi dan selongsong. Di situ ditemukan pengirimnya adalah orang Lumajang,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Baskara, Sabtu (3/11/2018).

“Setelah dilakukan pendalaman pihak Juanda bekerja sama dengan Polresta Surabaya, setelah itu Polresta Surabaya berkoordinasi dengan Polres Lumajang, maka ditindaklanjuti dengan penggeledahan di rumah tersangka di Lumajang,” imbuhnya.

Disebutkan oleh Catur bahwa setelah dilakukan penggeledahan  di rumah Joni di Dusun Krajan, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Nama Joni sendiri muncul dari data nama pengirim yang terdeteksi petugas Bandara Juanda.

“Pengirimnya tertulis atas nama Hendra S. Sedangkan barang itu ditujukan ke seseorang bernama Husen Prabowo dengan alamat di Jakarta Timur,” kata Catur.

Dari hasil penggeledahan di rumah Joni, polisi menemukan senjata api rakitan jenis revolver dan ratusan amunisi. Polisi akhirnya menangkap Joni dan mengamankan senjata api rakitan serta ratusan amunisi sebagai barang bukti.

Barang bukti itu antara lain;
1. Ramset panjang kaliber 22 sebanyak 189 biji.
2. Ramset Kosong/hampa sebanyak 26 biji.
3. Ramset Tajam sebanyak 30 biji.
4. Laras Softgun 1 buah ukuran 12 Ml.
5. Tabung gas CO2 kosong sebanyak 14 biji.
6. Tabung gas CO2 sebanyak 1 biji.
7. Gotri plastik dan gotri metal sebanyak 300 butir.
8. Mimis timah sebanyak 165 biji.
9. 1 pucuk Revolver S&W Rakitan warna hitam.
10. Gotri timah sebanyak 45 Biji.
11. Amunisi Aktif Cal 38 Spesial Sebanyak 6 buah.

Keseluruhan barang bukti sebanyak 27 buah.

Selain menemukan sejumlah barang bukti, Joni juga mengakui beberapa keterangan. Antara lain Joni mengakui bahwa barang dikirim ke nama Husen Prabowo di Jakarta Timur bertuliskan spare-part namun berisikan senjata rakitan.

Dia juga mengakui memiliki pekerjaan sampingan jual beli pistol soft-gun secara online.

“Saat ini tersangka dan barang bukti senjata api rakitan beserta ratusan amunisi sudah kita amankan di Mapolres Lumajang,” ujar Catur.

Joni bisa dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Be the first to comment

Komentar Anda