Pembawa Bendera HTI Yang Dibakar di Garut Terungkap

Beritakompas.com – Pembawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dikibarkan dan berujung dengan pembakaran terhadap bendera tersebut saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat berhasil ditemukan dan diamankan polisi.

“Tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, Tim Polda Jabar sudah berhasil menemukan yang bersangkutan. Yang bersangkutan bernama Uus Sukmana, berasal dari Desa Cibatu, Garut,” kata Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto saat ditemui di Mabes Polri, Kamis (25/10/2018).

“Dan ditangkap di Jalan Laswi, Bandung, di tempat kerja. Dia bekerja di toko bangunan,” sambung Arief.

Pembawa bendera itu berinisial US dan ditangkap pada Kamis (25/10/2018) siang tadi.

US kemudian dibawa untuk diperiksa. Statusnya masih sebagai terperiksa. Polisi masih menggali alasan US membawa dan mengibarkan bendera organisasi yang sudah dilarang di Indonesia. Polisi memastikan US bukan santri diundang dalam acara.

“Amat sangat bisa dipastikan (bukan santri undangan). Kalau ada orang yang nggak diundang dalam suatu acara, terus dia datang dan bawa sesuatu yang sudah dilarang, nama yang cocok apa?” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Fana.

Hasil gelar perkara kepolisian, US terancam Pasal 174 KUHP.

“Patut diduga telah melanggar Pasal 174 KUHP,” dibenarkan Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, Kamis (25/10/2018).

Pasal 174 KUHP berbunyi:

Barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang dengan mengadakan huru-hara atau membuat gaduh, dihukum selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900

Dalam dokumen juga tertulis, peristiwa pembakaran bendera HTI tak akan terjadi jika US tak membawa dan mengibarkan bendera tersebut. “Tidak akan terjadi insiden ini jika tidak ada tindakan yang membawa bendera HTI,” tertulis dalam dokumen tersebut.

Seperti diketahui, pada peringatan Hari Santri Nasional di Garut pada Senin (22/10) lalu terjadi peristiwa pembakaran bendera. Polisi awalnya menahan 3 orang terkait pembakaran bendera ini. Mereka sempat diperiksa di Polres Garut dengan status saksi. Namun ketiganya akhirnya dilepaskan karena tak ditemukan pelanggaran pidana.

pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dinyatakan sebagai bendera HTI terjadi dalam Apel Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada Senin (22/10). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan yang dibakar di Garut itu adalah bendera HTI. Dalam banyak kegiatan, polisi juga mengamati HTI menggunakan bendera itu.

“Itu bendera HTI,” kata Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Rabu (24/10) kemarin.

Sementara itu Gerakan Pemuda Ansor sebelumnya menegaskan bendera bertuliskan tauhid yang dibakar personel organisasinya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), merupakan bendera HTI. Meski begitu, GP Ansor menyesalkan pembakaran tersebut karena seharusnya bendera itu diserahkan kepada polisi. Ansor juga meminta maaf bila kasus itu menimbulkan kegaduhan.

Be the first to comment

Komentar Anda