Dukun Palsu Tipu Pasien Lumpuh Di Kalteng

Beritakompas.com – Seorang dukum palsu yang diketahui bernama Ertin ditangkap oleh petugas kepolisian Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah setelah menipu seoranmg pasiennya yang lumpuh sebesar Rp. 30 juta.

Adapun penipuan yang dilakukan Ertin dilakukan pada 2 Agustus 2018 di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang dimana korban Ertin adalah kakak yang memiliki adik penderita lumpuh. Ertin mengaku bisa menyembuhkan penyakit korban.

Dalam menjalankan aksi penipuan tersebut pelaku meminta sejumlah persyaratan. Salah satunya uang tunai senilai Rp 30 juta.

”Korban yang ingin adiknya sembuh mematuhi perintah tersangka itu,” kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Sabtu (6/10).

Disebutkan oleh Rommel bahwa setelah persyaratan lengkap, Ertin kemudian langsung menggelar ritual pengobatan dimana dukun palsu itu menyiapkan sebutir telur ayam. Telur itu diisi tinta berwarna merah tanpa sepengetahuan korban.

Setelah itu, dia menjelaskan kepada korban bahwa penyakit sudah dipindah ke dalam telur.

“Setelah itu telurnya dipecahkan dan mengeluarkan cairan yang berwarna seperti darah kotor,” kata Romel.

Ertin lantas menyiapkan uang Rp 30 juta yang diserahkan korban untuk ritual selanjutnya.

Dia berpura-pura memasukkan uang tersebut ke dalam selembar kain kuning. Kain itu lalu diikat atau dililitkan ke tubuh pasiennya.

”Saat itu tersangka bilang kepada orang yang bersangkutan agar jangan sesekali melepaskan kain yang sudah dililitkan ke tersebut. Adik korban diperintahkan jangan membuka kain itu sampai tersangka datang kembali ke kediaman korban,” ujar Rommel.

Ertin lalu pergi. Korban dan adiknya lantas menunggu. Namun, Ertin tak kunjung datang.

Korban yang penasaran kemudian memberanikan diri membuka kain yang diikatkan ke tubuh adiknya.

Korban kaget. Kain yang dikira berisi uang Rp 30 juta itu ternyata hanya tumpukan kertas yang dibuat menyerupai lembaran kertas uang.

”Sebelum kain kuning dililitkan ke tubuh adik korban, uang Rp 30 juta itu sudah ditukar tersangka dengan tumpukan kertas. Kecepatan tangan tersangka dapat mengecoh korban sehingga tidak sadar mereka telah ditipu tersangka,” ujar Rommel.

Korban lantas melapor kepada pihak berwajib. Petugas berhasil meringkus Ertin di Kalimantan Barat, Senin (1/10).

”Saat itu tersangka melarikan diri bersama rekannya. Perbuatan tersangka disangkakan dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan,” ungkap Rommel.

Rekan Ertin yang masuk daftar pencarian orang  (DPO) merupakan penghubung antara korban dan tersangka.

”Korban bertemu DPO yang berinisial PL. Korban dijanjikan adiknya akan sembuh jika berobat dengan tersangka,” kata Rommel.

Be the first to comment

Komentar Anda