Berbagai Tanggapan Usai Hidayat Nurwahid Sebut Ratna Sarumpaet Ahokers

Beritakompas.com – Hidayat Nurwahid yang merupakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS menyebut bahwa Ratna Sarumpaet adalah seorang pendukung Ahok atau yang lebih dikenal sebagai Ahokers di Pilgub DKI 2012 dimana dirinya mengaku heran Ratna Sarumpaet bisa berada di tim sukses pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Soal Bu Ratna itu saya juga agak aneh ya, kok dia masuk menjadi timses (Prabowo-Sandi). Karena kalau ukurannya koalisi PKS dan Gerindra melalui pilgub DKI Jakarta, lah kan beliau pendukung Jokowi-Ahok,” sebut Hidayat Nurwahid.

Penyataan tersebut mendapat banyak tanggapa dari berbagai pihak dimana menurut salah seorang mantan staf Ahok  , Rian Ernest mengungkapkan tidak ada satupun tindakan yang dilakukan Ratna yang mencerminkan sebagai Ahokers.

“Selama saya bekerja sama Pak Ahok, dari 2015 sampai 2017, nggak pernah sekalipun saya dengar dukungan dari Bu Ratna Sarumpaet ke Pak Ahok. Seingat saya, nggak pernah tuh sekalipun saya melihat Bu Ratna Sarumpaet masuk bertamu ke Balai Kota. Banyak kok orang terkenal mampir ke Balai Kota, mampir ke ruangan gubernur,” ujar Rian yang juga Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Senin (8/10/2018).

Rian mengatakan pernyataan Hidayat soal dukungan Ratna ke Ahok menjadi gambaran bahwa tim Prabowo tidak memiliki isu lain untuk meng-counter isu hoaks Ratna. Rian menyarankan agar tim Prabowo lebih mengetahui kondisi politik agar dapat membuat ‘serangan’ yang berkualitas.

“Saya menyayangkan statemen dari Bung HNW yang dilakukan hanya untuk menutupi isu. Orang sudah jelas kok beliau (Ratna Sarumpaet) sejak 2014 sudah mendukung Pak Prabowo. Banyak baca-baca berita supaya tahu kondisi politik. Kalau mau cari isu yang lebih konkrit,” kata Rian.

Sementara itu tanggapan dari PDI-P terkait pernyataan Hidayat Nurwahid tersebut PDIP mengingatkan Prabowo pada Pilgub DKI 2012 mengusung Ahok sebagai kadernya untuk menjadi cawagub Jokowi. Setelah beberapa saat menjadi Wagub DKI, Ahok lalu keluar dari Gerindra.

Prabowo pun kemudian menjadi rival Jokowi sejak Pilpres 2014. Bila Ahok kemudian menjadi pendukung Jokowi, Ratna disebut tetap ikut Prabowo.

“Itu tahun 2012. Ternyata tahun 2014 dia anti-Ahok dan gabung di 212. Dia bukan Ahokers, dia ngikut Wowower,” ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, pada hari Senin (8/10).

Eva pun mengungkit isu penganiayaan yang dilakukan oleh Ratna.

“Mau lempar handuk nih? Melintirnya maksain deh, wong RS (Ratna Sarumpaet) minta maafnya ke 212 karena mempermalukan barisan,” katanya.

Eva juga menyebut Prabowo kehilangan muka, sehingga Ratna harus meminta maaf kepada Prabowo.

“Minta maaf juga ke PS (Prabowo Subianto) karena bikin PS kehilangan muka,” imbuh Eva.

Be the first to comment

Komentar Anda