Info Kesehatan Yang Palsu

Info Kesehatan Yang Palsu

Berita Kompas –  Semakin cepatnya sistem informasi dan telekomunikasi internet membuat banyak kegundahan dan kekawatiran yang terjadi dari informasi yang diterima masyarakat luas. karenanya banyak orang salah kaprah dalam menanggapi setiap info kesehatan yang palsu.

Seperti halnya dengan Informasi kesehatan yang sering salah dalam penyampaian dan tak adanya bukti yang dapat dijelaskan secara kedokteran. Maka dari itu perlunya kita cerdas intelektual dalam setiap informasi.

Kali ini Berita kompas akan membedah berita Hoax yang sudah beredar dimayarakat

-MSG (Monosodium Glutaman) Banyak kabar yang beredar bahwa mengkonsumi MSG dapat membuat seseorang menjadi Bodoh sehingga dapat mengakibatkan kematian otak. Dokter dari rumah sakit Rs Siloam purwakarta, dr Vidoe Aseanto Tanessia menyebutkan bahwa kabar itu adalah hoax. Dia menyebutkan belum adanya penelitian yang menyebutkan MSG bisa menyebabkan kebodohan dan kematian.  Meski demikian setiap orang tetap harus membatasi mengkonsumsi MSG secara berlebihan.

-Pertolongan pertama pada stroke dengan menusukan jarum pada setiap jari tangan dan kaki serta telinga juga merupakan berita hoax, Ketika seseorang megalami stroke ada yang namanya golden periode, dimana selama Em=nam jam pertama harus segera dibawa kerumah sakit untuk ditangani.

-Mengkonsumsi Coklat dan Mie Instan berbarengan dapat merusak usus, juga merupakan berita hoax. kandungan yang paling berbahaya pada mie instan adalah bahan pengawet yang digunakan, yakni natrium sehingga terlalu sering mengkonsumsi dapat merusak organ usus. sedangkan coklat mengandung lemak dan kolestrol yang tinggi. namun kedua makanan ini tidak dapat memicu keracuman meskipun dikonsumsi bersamaan.

– Minum air dingin setelah makan dapat memicu kanker, Banyak orang percaya air dingin dapat membekukan lemak dalam makanan yang dikonsumsi dan menumpuk saluran pencernaan yang sering waktu menyebabkan kanker pencernaan. Namun yang terjadi justru saaat air dingin masuk kedalam tubuh air tersebuta akan menyesuaikan suhu dengan tubuh tersebut.

-Vaksin Human Papillomavirus (HPV) Vaksin HPV punya cara kerja yang sama dengan jenis vaksin lainnya, yakni dengan merangsang pembentukan antibodi, sehingga tidak berkaitan dengan hormon atau menopouse. vaksin ini justru bisa meminimalis risiko kanker serviks yang merupakan kanker pembunuh nomor dua bagi perempuan Indonesia.

 

Be the first to comment

Komentar Anda