Dede Rico Finalis Indonesia Idol 2008 Ditembak Polisi

Beritakompas.com – Dede Richo Ramaliggan (29) yang merupakan mantan finalis Indonesia Idol ditangkap polisi karena terlibat aksi pencurian dengan kakaknya Deni Fredla Pchrels (34).

Keduanya beraksi  melakukan pencurian dengan cara membobol mobil korban dimana aksi mereka terungkap setelah korban Laksmana Yoza melaporkan pembobolan mobil dan kehilangan drone kepada polisi.

Finalis Indonesia Idol 2008 tersebut bersama kakaknya tersebut melancarkan aksinya di halaman parkir McDonalds Sunburst BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/9/2018) pukul 23.00.

Adapun cara keduanya melakukan pembobolan mobil adalah dengan menggunakan pecahan keramik busi untuk memecahkan kaca mobil dan mata besi yang sudah dimodifikasi untuk menggasak barang di dalamnya. Dari aksi tersebut, mereka mengambil sebuah tas abu-abu yang berisi drone MAVIC Pro warna perak.

Tim Vipers Polsek Serpong menangkap Dede di rumah kontrakannya di Rawa Kucing, Kota Tangerang, pada Selasa (18/9/2019) pukul 03.00. Saat penangkapan, Dede ternyata tidak tinggal bersama sang kakak yang juga diincar polisi. Deni, kakaknya, ditangkap di Perumahan Icon Sampira, Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (19/9/2019) pukul 08.00.

Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk melumpuhkan kedua tersangka dalam penangkapan tersebut karena keduanya berusaha kabur.

“Kami lakukan tindakan tegas terukur karena mereka mencoba lari saat ditangkap,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan.

Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan 5 buah mata besi, sebungkus plastik berisi pecahan keramik busi, dan tas berisi drone MAVIC Pro perak.

Puluhan kali mencuri Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan, kedua terangka telah melakukan aksi kejahatan mencuri lebih dari satu kali dan aksinya sudah lama dilakukan.

“Sudah puluhan TKP di Tangerang Raya (lokasi pencuriannya). Kemungkinan lebih dari hitungan bulan, tetapi proses penyelidikan masih berlanjut,” kata Alex.

Alex mengatakan, keduanya berani mencuri karena terdesak ekonomi. Mereka pun mempelajari cara mencuri dari kelompok sepermainan bermusik.

“(Mereka) belajar dari kalangan berkumpul sebagai pengamen,” ujarnya.

Polisi masih mencari target pencuri lainnya dari kelompok pertemanan tersangka. Sejalan dengan itu, penyelidikan juga terus berjalan untuk mengetahui secara rinci barang yang pernah dicuri selama ini.

Akibat aksi tersebut, Dede dan Deni kakaknya disangkakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka terancam pidana dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Be the first to comment

Komentar Anda