Korban Pemerkosaan di Jambi Yang Aborsi Dibebaskan

Beritakompas.com – Kasus pemerkosaan di Jambi yang dilakukan kakak kandung korban terhadap adiknya hingga hamil dimana korban ditahan karena melakukan aborsi kini dibebaskan dari perkara hukum yang menimpanya.

Pengadilan Tinggi (PT) Jambi telah memutuskan perkara banding atas anak korban pemerkosaan di Jambi tersebut  dimana korban dibebaskan karena dianggap melakukan aborsi dalam keadaan dipaksa.

“Amar putusan menyatakan anak tidak layak hukum telah terbukti melakukan tindakan pidana Aborsi. Tetapi yang dilakukannya itu dalam keadaan daya paksa. Maka, melepaskan anak dari segala tuntutan hukum,” ujar Majelis Hakim PT Jambi, Jhon Diamond Tambunan, Senin (27/8/2018).

Tidak hanya itu dalam rilis yang diterima, PT Jambi juga menyebutkan agar anak tidak layak hukum itu dapat dipulihkan hak anak dalam kemampuan, kedudukan dan harkat martabatnya.

“Membebankan biaya perkara untuk kedua tingkat peradilan baik peradilan tingkat pertama maupun tingkat banding untuk negara,” tuturnya.

Sementara itu, status si kakak masih menjalani proses hukum di penjara selama 2 tahun dan 3 bulan pelatihan kerja karena terbukti memperkosa adiknya hingga hamil. Sedangkan perkara si ibu masih menjalani proses penyidikan polisi.

“Terkait dengan perkara kakaknya sampai saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun anak, tidak ada mengajukan upaya hukum kasasi, artinya proses hukum terus berjalan. Sedangkan perkara si ibu sampai sekarang masih dalam proses penyidikan di Polres Batanghari,dan masih ditahan di Lapas Khusus wanita Muara Bulian,” kata Ketua Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, Derman P Nababan.

Kasus bermula saat si kakak memperkosa adiknya pada September 2017. Pemicunya, si kakak menonton film porno. Si kakak usianya 17 tahun, si adik usianya 15 tahun.

Akibat perkosaan itu, si adik hamil dan ia kemudian menggugurkan janinnya pada usia kandungan 5 bulan.

Be the first to comment

Komentar Anda