Tertutup Tembok Tetangga dan Tidak Ada Akses Masuk Pemilik Rumah di Bandung Pilih Pindah

Beritakompas.com – Sebuah foto rumah di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Bandung membuat heboh setelah beredar di media sosial, dimana hal tersebut menjadi viral karena tampak dalam foto tersebut bagian  depan rumah tersebut tertutup tembok milik tetangganya. Tak tanggung-tanggung tembok dibuat setinggi 6 sampai 7 meter.

Di sekitar rumah tersebut tertutup tembok rumah yang masih dalam pembangunan. Sedangkan, kanan dan kiri rumah tersebut sudah terbangun rumah bertingkat. Tidak ada warga ataupun perangkat wilayah yang dapat menjelaskan terkait rumah yang tertutup tersebut.

“Sudah terkepung, tidak bisa dilihat. (Kalau mau lihat) harus lewat genteng tetangga,” ujar pemilik rumah Eko Purnomo (37) saat dikonfirmasi, Senin (10/9/2018).

Menurut keterangan yang diberikan Eko disebutkan bahwa dirinya terpaksa meninggalkan rumah yang sebelumnya sempat ditinggali bersama adik-adiknya, sejak 2016 lalu. Ia menjelaskan, awalnya rumah tersebut memiliki akses jalan.

Namun, setelah ada dua warga yang membeli sebidang tanah yang berada di depan dan samping kiri membuat rumah Eko tampak tertutup. Si pemilik tanah membangun hingga menutupi rumah Eko.

Semenjak itu, dirinya bersama keluarganya yang menempati rumah warisan orangtuanya harus pindah, karena tidak ada akses untuk masuk ke dalam rumahnya tersebut. Eko sempat menceritakan, sebelum rumahnya tertutu‎p sempat berunding bersama pembeli tanah depan dan samping kiri rumahnya.

“Sempat berunding sampai dua hingga tiga kali, bersama dengan RT dan RW setempat, tidak ada titik temu,” kata Eko.

Dirinya pun berniat membeli akses jalan ke rumahnya dengan harga Rp10 juta, kepada dua pemilik bangunan tersebut. Tapi, jual beli itu ditolak tanpa alasan yang jelas.

Untuk memperjuangkan rumahnya tersebut, Eko sempat mengunjungi dinas-dinas terkait, bahkan dirinya sempat menerobos rombongan Presiden Jokowi hingga dihadang oleh Paspampres, untuk mendapatkan keadilan.

Be the first to comment

Komentar Anda