Djoko Santoso Sebut Jokowi Sudah Capek 4 Tahun Memimpin

Beritakompas.com – Kandidat ketua timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebutkan Presiden Joko Widodo sudah capek memimpin selama 4 tahun sebagai Presiden Indonesia.

Hal tersebut disampaiakn oleh Djoko Santoso dalam sambutan perayaan ulang tahunnya ke-66 di Jl. Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).

“Memang Ini kaitan sudah masuk langkah ketujuh, yaitu politik praktis. Tapi ada hubungannya dengan ancaman-ancaman yang sangat mendasar terhadap negara kita, yaitu kita harus memilih. Kita harus hormati Pak Jokowi, karena beliau sudah capek 4 tahun,” sebut Djoko

Adapun pernyataan Djoko Santoso ini terkait konteks Pilpres 2019. Dimana dirinya menyebut pilihan capres 2019 harus tepat.

“Kita harus memilih yang benar, kalau tidak benar memilih maka bangsa Indonesia ini bisa punah,” sambungnya.

Awalnya, Djoko bicara soal ancaman terhadap Indonesia tahun 2030. Menurutnya ada sejumlah langkah untuk menyelamatkan negara dari ancaman keterpurukan.

“Tapi sekarang perjuangan beralih bukan di senjata lagi. Karena saya lihat ancaman-ancamannya bukan hanya militer, ancaman yang berat adalah nonmiliter. Ancaman ini sangat mendasar bisa menghabisi republik ini. Sudah diingatkan oleh Pak Prabowo, itu bukan hal yang mustahil,” tutur Djoko.

Karena itu, Djoko menyebut langkah menyelamatkan negara, salah satunya memilih presiden yang tepat.

“Masuk langkah ketujuh adalah memilih pemimpin yang Pancasilais. Pemimpin yang mampu menginspirasi rakyat untuk bersatu, bangkit, bergerak, dan bisa berubah. Kalau nggak berubah, punah kita. Memang Ini kaitan sudah masuk langkah ketujuh, yaitu politik praktis tapi ada hubungannya dengan ancaman-ancaman yang sangat mendasar terhadap negara kita,” terang Djoko.

Ucapan Djoko tersebut mendapat beragam tanggapan dari politikus pendukung Presiden Joko Widodo diantaranya dari politikus PDIP Alex Indra Lukman yang menyebutkan bahwa mungkin Presiden Jokowi capek dengan  nyinyiran tanpa data dan fakta apalagi solusi dari partai oposisi.

“Mungkin yang bikin capek Beliau adalah menghadapi nyinyiran tanpa data dan fakta apalagi solusi,” ujar politikus PDIP Alex Indra Lukman, Minggu (9/9/2018).

Be the first to comment

Komentar Anda