Polisi Grebeg Sarang Judi Online Berkedok Warnet di Solo

Beritakompas.com – Praktek judi online berkedok warung internet (warnet) dengan omzet mencapai Rp 1 miliar per bulan di Solo digerebeg oleh aparat kepolisian Polda Jateng.

Adapun 2 warung internet yang berada di jalan Juanda dan Abdul Muis Solo tersebut digrebeg oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimus) Polda Jateng pada Jumat (31/8/2018) lalu.

Dimana dalam penggerebekan teresbut 5 orang tersangka diamankan dari warnet yang menjadi sarang judi online tersebut yakni Haris Budi Prasetyo (29) warga Joyontakan, Solo; Rinto Kurniawan (28) warga Mojolaban, Sukoharjo; Andhika P (31) warga Banyuanyar, Solo: Romi Septian (20) warga Randublatung, Blora; dan Ahmad Zaerofi warga Gadung Tulung, Belangwetan, Klaten.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Condro Kirono disebutkan bahwa selain 5 tersangka, petugas juga megamankan 29 unit CPU beserta monitornya. Sejumlah uang juga diamankan sebagai barang bukti.

“Barang bukti TKP 1 ada Rp 9 juta dan TKP 2 ada Rp 5 juta,” kata Condro di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun, Semarang, Rabu (5/9/2018).

Praktik judi yang dilakuan yaitu pengunjung warnet memberikan Rp 100 ribu ke kasir untuk ditukar username dan pasword. Setelah itu pihak warnet menghubungi server judi online di Jakarta agar pelanggan bisa mulai berjudi.

“Ada judi kovensional seperti back jack, poker, rollet, kasino. Juga ada judi bola,” tandasnya.

Situs judi online yang digunakan sebuah situ judi dan sebenarnya sudah diblokir pemerintah. Namun pengelola warnet memiiki router agar website itu tetap bisa diakses. “Ini omzetnya Rp 1 miiar per bulan,” tegas Condro.

Kasubdit II Unit Siber Dit Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Teddy Fanani, menambahkan pihaknya masih menelusuri dalang dari judi onine itu. Menurutnya ada aktor lain yang bertugas mengambil uang hasil judi.

“Saat ini masih kami dalami. Ada aktor tidak dikenal yang mengambil uang,” kata Teddy.

Para pelaku dijerat Pasal 7 Ayat 2 UU No.19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara 6 tahun.

Be the first to comment

Komentar Anda