Belok Kiri Langsung Dilarang Ancaman Denda Rp 500rb

Beritakompas.com – Berdasarkan Undang-undang no 22 Tahun 2009 tentang lalu-lintas dan Angkutan Jalan Pasal 112 ayat 3, belok kiri langsung sudah dilarang, namun sampai saat ini masih banyak pengendara mobil dan motor yang melakukannya.

Seperti yang terdapat dalam UU disebutkan bahwa , “Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas”.

Dimana dalam hal ini maka belok kiri memang masih diperbolehkan langsung asal ada isyarat berupa papan bertuliskan “belok kiri langsung” atau sejenisnya.

“Tentang belok kiri gak (selalu) boleh langsung. Pastinya kita akan di klaksonin oleh kendaraan di belakang. Yang sabar gak boleh ikutan bunyiin klakson. Nanti jadi parade klakson,” tulis akun @budayadisiplin.

Nah, jika Anda masih melanggar aturan tersebut, bukan tidak mungkin petugas kepolisian akan melakukan tilang dan dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu atau maksimal Rp 500 ribu.

Belok kiri langsung memang saat ini masih jadi budaya yang salah dan tak patut dicontoh. Hal itu karena pernah diperbolehkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993, Pasal 59 ayat tiga.

“Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri”.

Hanya saja, Namun tahukah Anda, PP 43 Tahun 1993 revisi menjadi UU No 29 Tahu 2009 pasal 112 ayat tiga. Artinya, Anda kini tidak lagi diperbolehkan belok kiri secara langsung.

Aturan belok kiri langsung bukan sebuah aturan yang dibuat mengada-ada oleh pemerintah dalam hal berlalu lintas.

Sebab, mengutip Wikipedia, salah satu kota di negara maju  seperti di New York, Amerika Serikat, telah menerapkan belok kanan langsung dilarang kecuali dibolehkan dengan rambu.

Hal serupa juga dilakukan di Kanada, yaitu belok kanan langsung hanya dapat dilakukan setelah berhenti sejenak dan jika jalanan kosong, baru belok ke kanan diperbolehkan.

Saat ini, Hanya saja, saat ini ada beberapa isu yang timbul dengan kebijakan belok kiri langsung, antara lain karena kesulitan di dalam pemprograman lampu lalu lintas.

Selain itu, masalah lain yang timbul jika belok kiri langsung adalah meningkatnya peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama bila hak utama pengguna jalan diabaikan, termasuk terhadap pejalan kaki.

Ada juga karena dapat meningkatkan kapasitas persimpangan, kesulitan bagi pejalan kaki yang menyeberang di persimpangan, dan menganggu arus lalu lintas dari arah kanan.

 

Be the first to comment

Komentar Anda