PT Sariwangi Terancam Pailit

Beritakompas.com – Dua perusahaan terancam pailit setelah PT Bank ICBC Indonesia mengajukan gugatan pembatalan perdamaian atawa homologasi kepada produsen teh PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung.

Diberitakan bahwa  pada September 2015 lalu Bank ICBC telah berdamai dengan Sariwangi Agricultural dan Perkebunan Indorub dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sariwangi Agricultural punya tagihan total mencapai Rp 1,05 triliun. Perinciannya: dari lima kreditur separatis (dengan jaminan) sebesar Rp 719,03 miliar, 59 kreditur konkuren (tanpa jaminan) Rp 334,18 miliar, dan kreditor preferen (prioritas) Rp 1,21 miliar. Sementara Perkebunan Indorub memiliki tagihan sebesar Rp 35,71 miliar.

Swandy Halim, kuasa hukum Bank ICBC, mengatakan, kliennya mengajukan gugatan tersebut lantaran Sariwangi Agricultural dan Perkebunan Indorub tak menunaikan kewajibannya sesuai rencana perdamaian, terlebih soal cicilan pembayaran bunga.

“Ada cicilan bunga yang tidak dibayar. Sudah kami somasi sampai ada aanmaning (peringatan pengadilan), tetap tidak digubris,” ucap dia kepada Kontan pekan lalu.

Hingga 24 Oktober 2017, total piutang ICBC kepada Sariwangi Agricultural mencapai Rp 288,93 miliar dan Indorub Rp 33,827 miliar.

Sidang perkara ini sudah berlangsung dua kali. Tapi, Sariwangi Agricultural dan Perkebunan Indorub tak datang. Padahal, pengadilan sudah melakukan pemanggilan melalui surat kabar.

Aji Wijaya, kuasa Hukum Sariwangi Agricultural untuk proses PKPU, mengaku belum ditunjuk untuk menangani perkara pembatalan perdamaian itu. Sedang Presiden Direktur Sariwangi Agricultural Andrew Supit tak merespons panggilan maupun pesan singkat yang dikirim.

Be the first to comment

Komentar Anda