42 Orang Tewas Dalam Gelombang Panas Di Korea Selatan

gelombang panas landa korsel

Beritakompas – Korea Selatan yang dilanda gelombang panas panjang yang berlangsung sekitar 15 hari menyebabkan kematian dimana jumlah kematian akibat cuaca panas tersebut meningkat menjadi 42 orang, Selasa (7/8/2018).

Selama  15 hari mengalami gelombang panas, suhu udara di Korea Selatan tercatat lebih dari 35 derajat Celcius.

Dilansir dari CNN, Korea Meteorological Administration (KMA) melaporkan bahwa Rabu (8/9) merupakan hari terpanas di Seoul dengan suhu 39,6 derajat celcius selama 111 tahun.

Sementara itu menurut Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Korea Selatan disebutkan bahwa dalam jenjang waktu 20 Mei dan 6 Agustus, sebanyak 3.438 orang diperkirakan sudah mengunjungi Ruang Unit Gawat Darurat di seluruh kota dengan keluhan kepanasan dan 42 orang diantaranya meninggal dunia.

Berdasarkan laporan dari situs berita kbs.co.kr, pada tahun ini, jumlah pasien laki-laki jauh lebih banyak dibandingkan pasien wanita. Dari 2486 pasien laki-laki menurun menjadi 952 orang. Pasien yang berusia 65 tahun keatas dihitung mencapai 1137 orang.

Kantor Perdana Menteri telah memerintahkan pekerja di semua lokasi konstruksi untuk berhenti bekerja pada jam siang hari selama durasi suhu ekstrem.

Pemerintah juga akan fokus menyediakan bantuan medis kepada masyarakat, termasuk menyediakan cairan dan pendingin untuk 1.000 petani lansia.

Berdasarkan surat kabar Korea Utara, Rodong Sinmun, suhu panas yang terjadi di wilayah sisi utara Zona Demiliterisasi Korea tahun ini adalah bencana alam besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, pada Kamis (9/8).

Analisis dari AccuWeather, Joel Myers memperingatkan bahwa beberapa kelompok usia sangat rentan terhadap suhu tinggi.

“Para lansia dan mereka dengan kondisi sakit yang sudah ada sebelumnya, seperti asma dan gagal jantung cenderung menghadapi kesehatan menurun karena cuaca,” kata dia.

“Kelelahan, stroke, dehidrasi, migrain, kurang tidur, dan perubahan suasana hati semua bisa terjadi karena panas yang berbahaya. Data sebelumnya menunjukkan bahwa lebih banyak orang cenderung terlibat dalam kecelakaan lalu lintas akibat panas, seperti penurunan kemampuan untuk berkonsentrasi, kualitas tidur yang buruk yang mereka dapatkan, dan lain sebagainya,” kata dia menambahkan.

Jumlah orang yang menderita kepanasan di Korea Selatan tahun ini merupakan yang tertinggi dari data yang sudah digabungkan di 2011.

Tahun lalu, kurang dari 1600 orang didiagnosis mengalami kepanasan yang luar biasa selama musim panas, yang diukur antara 29 Mei dan 8 September.

Be the first to comment

Komentar Anda