Jika Terbukti Merampok Dua Polisi Bekasi Terancam Dipecat

Beritakompas.com – Dua orang petugas kepolisian,Brigadir Singgih Permana dan Brigadir Ahmad Ghazali terancam dipecat apabila terbukti melakukan perampokan bermodus intimidasi untuk mentransfer via Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Bekasi, Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal saat dijumpai awak media, Kamis (2/8/2018).

“Kalau terbukti, kami akan tindak tegas, itu dipecat,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan

Menurut Iqbal, Polri tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas dalam menyikapi tindakan yang diduga dilakukan dua oknum anggota Polri ini.

Dia menerangkan, penyidik Polda Metro Jaya akan menyelidiki fakta hukum terkait dugaan tindakan yang dilakukan Singgih dan Ahmad.

Jenderal bintang satu itu mengakui belum mengetahui motif keduanya melakukan tindakan kriminal tersebut hingga saat ini.

“Belum tahu. Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar dia.

Diberitakan bahwa peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Selasa (24/7/2018) lalu sekitar pukul 00.20 WIB. Dimana berdasarkan informasi yang dihimpun, Singgih merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi. Dia berperan menodongkan senjata api ke arah kaki korban bernama Baindro.

Sementara Ahmad merupakan anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya. Dia berperan untuk meminta kartu ATM Baindro dan melakukan tarik tunai.

Tidak hanya berdua, aksi perampokan itu juga dilakukan bersama dua orang lainnya yaitu Pakih Ahmad Kenarok yang berprofesi wiraswasta, dan buruh harian lepas bernama Karmo
.

Be the first to comment

Komentar Anda