Ketua Umum Demokrat SBY Sebut Hubungannya Dengan Megawati Belum Pulih

Beritakompas.com – Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyebutkan bahwa partainya telah berkali-kali diajak oleh Presiden Joko Widodo untuk berada di dalam pemerintahan.

Namun SBY  menyampaikan berbagai alasan yang menjurus bahwa tidak tepat jika Demokrat bergabung dengan pemerintahan karena partainya tidak menentukan sikap dalam pilpres 2014.

Selain alasan-alasan yang disampaikan SBY tersebut dirinya juga mengungkapkan bahwa ia sempat merasa ragu  bahwa partai-partai koalisi pendukung akan menerima Demokrat di dalam pemerintah.

Bukan itu saja SBY juga merasa masih ada faktor lain yang mengganjal tawaran Jokowi kepada Demokrat untuk bergabung di pemerintah dimana menurutnya hubungan antara dirinya dengan Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum pulih.

“Pertanyaan saya, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada hambatan dan jarak di situ,” kata Presiden ke-6 RI tersebut di kedaiamannya, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Keterangan ini disampaikan SBY untuk melengkapi pernyataan yang ia sampaiakan saat bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (24/7/2018) malam. SBY sebelumnya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Presiden Joko Widodo selama satu tahun belakangan.

Komunikasi itu, kata SBY, dilakukan untuk menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan mendatang. Sebetulnya, SBY mengklaim jika Jokowi berharap Demokrat berada di dalam koalisi pemerintahan di pemilu tahun depan.

Namun sayangnya, imbuh SBY, ada beberapa hal yang menyebabkan penjajakan tersebut tak berjalan mulus.

“Pak Jokowi berharap Demokrat berada di dalam. Tapi juga sadar ada hambatan dan rintangan. Tidak perlu saya jelaskan secara detail,” kata SBY usai menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, Jakarta, Selasa.

Be the first to comment

Komentar Anda