Alasan Dihentikannya Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Beritakompas.com – Penghentian pencarian korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang dilakukan oleh Basarnas yang telah dilakukan selama dua minggu sempat mendapat protes dari aktivis Ratna Sarumpaet.

Adapun alasan dihentikannya pencarian tersebut dijelaskan oleh Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan bahwa penghentian pencarian diawali dengan perundingan antara pihak pemerintah dengan keluarga korban, pada hari ke-13 pencarian atau Sabtu (30/7) kemarin.

Dimana pertimbangan kesulitan dalam mengangkat jenazah dari dasar Danau menjadi pembahasan bersama. Posisi kapal dan jenazah ada pada kedalaman 450 meter.

“Di hari ke-13, kita coba berunding sama Bupati (Simalungun) dan keluarga korban. Kalau mau mengambil ya kita siapkan dana besar, peralatan yang canggih, dan perlu waktu yang lama,” kata Budiawan.

“Pada hari ke-14, faktor kesulitan itu semua sudah tahu ya. Ini kita maknai dulu deh, apakah kita akan berlarut-larut dengan mencari alat ke luar negeri dan ke mana-mana?” ujar Budiawan.

Alat Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) telah diterjunkan dan memang berhasil memotret kondisi KM Sinar Bangun yang karam. Namun tim SAR menyatakan evakuasi korban pada kedalaman 450 meter bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Kalau manusia biasa bertanya, ‘Lho ketemu kok nggak diangkat?’ Siapa yang bisa ngangkat? 450 Meter kedalamannya,” tutur Budiawan.

Karena Tim SAR disebutnya sudah berusaha maksimal, maka lebih baik kini semua pihak berserah diri saja kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rembukan dengan pihak keluarga korban diadakan, dan akhirnya pihak korban mampu mengikhlaskan keadaan ini.

“Kalaupun diangkat (jenazah korban), mau nggak kita dapat tangan? Tangan siapa itu kita nggak tahu. Mau dapat kepala? Nanti fitnah lagi. Biarlah tenang jasad-jasad di sana. Diangkat pun nantinya dikuburkan juga kok,” tutur Budiawan.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet memprotes penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun kepada Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan. Ratna mengaku telah didatangi keluarga korban yang ingin agar pencarian terus dilanjutkan sampai jenazah diangkut dari dasar Danau.

“Saya tanya ke rakyat (keluarga korban), mereka menyatakan biar cuma selendangnya, kami mau (korban) diangkut. Kami tidak mau pencarian dihentikan,” tutur Ratna kepada detikcom, Selasa (3/7/2018) kemarin.

Ratna tak bisa menerima alasan Tim SAR yang menghentikan pencarian korban. “Buat saya itu aneh, kenapa pencarian itu dihentikan,” kata Ratna.

Be the first to comment

Komentar Anda