Pelaku Pembunuhan Anggota Geng Motor Di Karawang Dengan Gergaji Ditangkap Polisi

Beritakompas.com – Y alias Beler (17) seorang remaja yang membunuh seorang anggota geng motor saat malam takbiran lebaran  dengan gergaji di area GOR Panatayudha, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/6/2018) dini hari berhasil ditangkap oleh polisi.

Menurut keterangan yang diberikan Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat ekspose di Mapolres Karawang pada Kamis (21/6/2018) disebutkan bahwa saat melakukan perbuatannya pelaku terpengaruh minuman keras

Korban yang diketahui bernama Feri Rizaldy warga Kecamatan Rawamerta, Karawang sempat melawan namun korban yang saat itu mengamuk dengan menggunakan sebilah gergaji es balok membuat korban yang juga masih remaja tak berdaya melawan dan akhirnya harus kehilangan nyawanya.

Selain menyerang Feri , pelaku juga mengamuk dan membacok dua remaja lainnya yakni Ahmad Lomri (18) dan Subani (18). Keduanya mengalami luka parah di bagian punggung dan pinggang.

Slamet mengungkapkan pemicu peristiwa sadis itu berawal dari perkelahian terbuka antara kelompok Beler dengan gerombolan geng motor. “Pelaku dan korban tidak saling kenal. Mereka rebutan tempat nongkrong di GOR Panatayudha. Lalu berkelahi di sana,” ucapnya.

“Para korban merupakan anggota salah satu geng motor yang suka nongkrong di GOR Panatayudha. Pelakunya bukan (anggota geng motor),” kata Slamet menambahkan.

Di tengah keributan dua kelompok itu, tersangka melihat kawannya dikeroyok oleh beberapa orang. “Saat lihat kawan dikeroyok, saya hadapi mereka, lalu ngebacok mereka,” ujar Beler di hadapan polisi.

Pascakejadian tersebut, personel Satreskrim Polres Karawang bergerak memburu pelaku berdasarkan ciri-ciri yang diungkapkan korban yang selamat. Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng dan anak buahnya meringkus Beler di rumahnya, Rabu (20/6).

Akibat perbuatannya, Beler dikenai Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan meninggal dunia. “Karena yang bersangkutan masih 17 tahun. kita perlakukan sesuai sistem peradilan anak,” kata Slamet melanjutkan.

Menurut dia, tersangka Beler beraksi seorang diri. “Bersangkutan adalah pelaku tunggal karena peristiwa pembunuhan terpisah dengan lokasi perkelahian kedua kubu,” ucap Slamet.

Be the first to comment

Komentar Anda