Motif Pelaku Pembunuhan Kasus Mayat Wanita Dalam Kardus

Beritakompas – Pelaku pembunuhan terhadap Rika Karina seorang wanita yang mayatnya ditemukan dalam kardus di medan tertangkap dimana menurut pengakuan pelaku motif dirinya tega menghabisi nyawa korban karena kesal gara-gara urusan jual beli kosmetik.

Pelaku yang diketahui bernama Hendri alias Ahen menghabisi nyawa Rika Karina dengan tusukan pisau lalu memasukkan mayatnya dalam kardus.

Saat diperiksa polisi, Hendri mengaku kesal dengan korban karena sudah membayar Rp 4.170.000 untuk membeli paket kosmetik berupa bedak namun setelah ditunggu-tunggu barang tidak juga diterima.

Hendri sebelumnya sudah pernah membeli paket kosmetik ke Rika Karina yang memang kesehariannya menjadi penjual kosmetik di Plaza Millenium Medan.

Korban pada akhir Mei pernah menghubungi pelaku menawarkan lagi kosmetik yang pernah dia pesan sebelumnya. Pelaku sempat membandingkan produk bedak yang sama namun harganya lebih murah di tempat lain.

Akhirnya korban–berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi–menjanjikan harga yang sama. Pelaku lantas memesan 17 paket dengan lebih dulu membayar Rp 4.170.000.

Namun hingga beberapa hari kemudian, pesanan Hendri belum juga diterima. Pelaku lantas meminta uangnya dikembalikan, tapi ditolak korban.

Dan pada saat kejadian tepatnya tanggal 5 Juni 2018, korban mendatangi rumah pelaku dengan mengendarai motor dengan nomor polisi BK 5875 ABM dimana korban bertujuan menjelaskan ke pelaku bahwa barabg pesanannya belum dapat diberikan.

Saat itu pelaku kembali meminta uangnya dikembalikan namun ditolak oleh pelaku, adu mulut kemudian terjadi antara korban dan pelaku yang menyebabkan pelaku kalap dan menghabisi nyawa korban.

Hendri yang kalap kemnudian membenturkan kepala korban, menusuk leher dan menyayat tangan kanan korban dengan menggunakan pisau dapur. Mayatnya dimasukkan dalam kardus dan dibawa ke Jalan Amir Hamzah. Kardus mencurigakan ini dilaporkan ke polisi hingga akhirnya terungkap kasus pembunuhan.

“Mungkin ada kata-kata dari si korban yang tidak mengenakan hati sehingga memicu emosi pelaku,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Jl. HM. Said No.1, Medan Perjuangan, Kamis (7/6/2018).

Pelaku saat dihadirkan dalam rilis perkara hanya diam saat ditanya wartawan. Pelaku dijerat polisi dengan Pasal 338 KUHP.

Be the first to comment

Komentar Anda