Bupati Purbalingga Yang Terkena OTT KPK Pamer Salam Metal

Beritakompas – Bupati Purbalingga, Tasdi yang ditangkap dalam senuah operasi tangkap tangan (OTT) setidaknya 3 kali terlihat mengacungkan salam metal ke arah wartawan.

Adapun pose salam metal yang diacungkan oleh Tasdi pertama kali ditunjukkan Tasdi di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah saat dirinya akan dibawa ke Jakarta dengan menggunakan kereta api. Dimana Tasdi mengacungkan salam tiga jarinya ke arah kerumunan para wartawan sambil berjalan menuju kereta api.

Momen berikutnya, Tasdi kembali menunjukkan salam metal saat tiba di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018) pagi. Tasdi menunjukkan pose salam metal saat berjalan masuk ke dalam lobi KPK.

Kelakuan Tasdi yang berasal dari Partai Demokrasi indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut memicu tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya dari pakar gestur, Handoko Gani, yang menilai salam metal Tasdi itu ‘sok berani’.

“Ini kemungkinan adalah gestur ‘sok berani’, karena sebenarnya ada rasa takut,” ujar Handoko.

Penilaian tersebut disampaikan Handoko setelah melihat video kedatangan Tasdi di KPK yang menunjukkan adanya teriakan kepada Tasdi agar membuka masker. Menurutnya, Tasdi sengaja menunjukkan pose salam metal agar dianggap baik-baik saja meski sebenarnya merasa takut.

“Jadi peristiwa ini diawali dengan permintaan seseorang, ‘Buka maskernya itu, aduh, biar tenar dikit lah!’ Barulah dia mengacungkan salam metal,” ucap Handoko

“Karena di otak banyak emosi dan rasa takut, maka gerakan tubuhnya tidak selaras,” sambungnya.

Salam metal sendiri kerap digunakan partai asal Tasdi, PDIP, yang mendapat nomor urut tiga di Pemilu 2019. Gestur metal dengan jari kelingking, telunjuk, dan jempol diangkat adalah lambang nomor urut tiga PDIP, meski entah apakah itu yang dimaksud Tasdi lewat salam metalnya atau bukan.

Kini, Tasdi telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap fee proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center. Tasdi diduga menerima Rp 100 juta sebagai bagian dari commitment fee sebesar Rp 500 juta atau 2,5 persen dari nilai proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center.

Dan momen ketiga Tasdi kembali menunjukkan pose tersebut saat dirinya akan ditahan oleh KPK, namun dirinya tetap bungkam soal maksud dirinya memperlihatkan salam metal tersebut.

Dalam OTT yang dilakukan oleh KPK tersebut selain Tasdi empat orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK diantaranya  Kepala ULP Pemkab Purbalingga Hadi Kiswanto sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan, tersangka pemberi uang yaitu Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

KPK juga menyita barang bukti berupa uang Rp 100 juta serta menyegel 1 unit mobil yang diduga digunakan saat penerimaan suap.

Be the first to comment

Komentar Anda