Sidang Aman Abdurrahman Sempat Diskors Karena Terdengar Suara Dentuman

Beritakompas – Sidang kasus serangan teror bom Thamrin dengan terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman yang berlangsung hari ini, Jumat (25/5/2018) dengan agenda pembacaan nota pembelaan terdakwa atau pledoi sempat diskors oleh majelis hakim.

Majelis hakim yang menangani kasus tersebut sempat menghentikan sementara (skors) sidang karena terdengar dua suara dentuman dari ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman berlangsung.

Dua suara dentuman itu tak berselang lama. Dentuman itu terdengar saat kuasa hukum Aman membacakan nota pembelaan atau pleidoi. Majelis hakim yang menangani kasus tersebut sempat menghentikan sementara (skors) sidang tersebut beberapa menit setelah mendengar suara dentuman itu.

Polisi bersenjata laras panjang langsung mengelilingi Aman yang duduk di kursi terdakwa sementara polisi tidak berseragam langsung menenangkan pengunjung di ruang sidang utama dan melarang para pengunjung keluar.

Belum diketahui suara dentuman itu bersumber dari mana. Sekitar pukul 09.15 WIB, sidang yang beragenda pembacaan pleidoi Aman itu berlangsung kembali.

Dalam sidang sebelumnya yang digelar pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum menuntut Aman Abdurrahman dengan hukuman mati. Aman dianggap bertanggung jawab dalam aksi teror alias amaliah yang menewaskan sejumlah orang, serta dalang serangan lainnya di Indonesia dalam rentang waktu sembilan tahun terakhir.

Perbuatan Aman dinilai telah melanggar dua pasal yang menjadi dakwaan kesatu primer dan dakwaan kedua primer.

Dakwaan kesatu primer yakni Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sementara dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Be the first to comment

Komentar Anda