Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kudus Tangkap Dukun Palsu Pengganda Uang

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kudus menangkap seorang dukun palsu yang diketahui bernama guh Adreng (40) yang merupakan warga  asal Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah seusai beraksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dengan bermodalkan patung Nyi Blorong, jenglot serta perlengkapan ritual, Teguh bersama seorang rekannya memperdayai korbannya.

Kedua pelaku ini menyasar warga yang putus asa akibat terlilit utang. Di hadapan korban, pelaku mengaku bisa menggandakan uang yang disetorkan hingga berkali-kali lipat.

“Kami bekuk seorang pelaku setelah ada laporan. Sementara seorang pelaku lagi masih buron. Kami masih dalami kasus ini,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Kamis (17/5/2018).

Dari keterangan yang diberikan Agusman disebutkan bahwa seorang korban melaporkan telah tertipu Rp 30 juta akibat dari perbuatan pelaku. Korban tergiur dengan iming-iming pelaku yang meyakinkan bisa melipatgandakan uang Rp 30 juta menjadi Rp 2,5 miliar.

Korban merupakan warga Peganjaran, Bae, Kudus yang diketahui berinisial JMD (56), berkenalan dengan pelaku melalui perantara temannya. Korban dan pelaku selanjutnya bertemu di wilayah Sragen pada awal April 2018. Sang dukun palsu tersebut berdalih ritual penggandaan uang harus digelar di ruangan tertutup yang menghadap ke arah selatan.

Korban yang sudah masuk perangkap pelaku pun menyetujui hal tersebut. Keduanya sepakati lokasi ritual di sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kudus.

Singkat cerita, pelaku bersama rekannya yang sudah mempersiapkan segalanya mempersilakan JMD dan istrinya untuk masuk mengikuti ritual di kamar hotel. Korban pun menyerahkan uang Rp 30 juta yang dijanjikan pelaku bisa digandakan menjadi Rp 2,5 miliar.

Setelah itu lampu kamar hotel sengaja dimatikan oleh pelaku dengan dalih supaya proses ritual berlangsung lebih khusyuk. Tak lama kemudian, dukun palsu itu beraksi melafalkan jampi-jampi di hadapan patung logam Nyi Blorong. Saat itu korban dan istrinya diharuskan memejamkan mata. Sesekali korban juga diminta membayangkan uangnya telah berlipat ganda.

Setelah beberapa jam, pelaku kemudian menyerahkan sebuah kardus yang telah dilakban kepada korban. Korban pun diminta menunggu hingga 12 jam untuk membuka kardus yang dipastikan oleh pelaku telah berisi uang Rp 2,5 miliar.

Pelaku bersama rekannya kemudian pamit pulang dengan alasan bahwa ritual telah berhasil.

“Kesempatan itu digunakan pelaku untuk melarikan diri. Korban terkejut setelah dibuka ternyata isi kardus adalah dua buah kelapa,” ungkap Agusman.

Pelaku dikenai Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Teguh, di hadapan petugas mengakui perbuatannya menipu korbannya dengan mengaku-aku bisa menggandakan uang.

Teguh mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Pengangguran ini berujar memiliki ide untuk menjadi dukun palsu pengganda uang karena membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya.

Pelaku dikenai Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Be the first to comment

Komentar Anda