Alasan TKI Jumanti DItahan Majikan Selama 28 Tahun

Kasus hilang kontaknya TKI bernama Jumanti binti Bejo Bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah dengan keluarganya di Jember, Jawa Timur sejak pergi bekerja sebagai TKI ke Arab Saudi sejak 1990 (28 Tahun) banyak menarik perhatian publik.

Dimana pada Maret 2018 KBRI Riyadh berhasil menemukan jejak TKI 74 tahun itu, majikan Jumanti bernama Abdul Azis Muhammed Al-Daerim, bersikap tidak kooperatif. Kementerian Luar Negeri dalam keterangannya menjelaskan, majikan Jumanti tidak memiliki itikad baik dengan berbohong dan mengatakan Jumanti sudah dipulangkan ke Indonesia 3 bulan lalu.

 

Bukan hanya itu, majikan Jumanti juga tidak pernah memenuhi kewajibannya untuk membuatkan ijin tinggal, memperpanjang paspor maupun memfasilitasi komunikasi Jumanti dengan keluarga.

Selain itu sisa gaji Jumanti selama bekerja dengan majikannya tersebut senilai lebih dari Rp.200 juta, berhasil diupayakan dari majikan atas upaya KBRI.

Menurut keternagan nyang diberikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh disebutkan bahwa KBRI Riyadh urung memperkarakan majikan Jumanti ke meja hijau karena setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, majikan rupanya takut kehilangan Jumanti yang sudah dianggap seperti keluarga. Saat hendak meninggalkan Arab Saudi, Jumanti pun tampak sedih meninggalkan majikannya yang sudah sama-sama tua.

“Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, ketika bertemu majikan Jumanti, juga sudah memberikan peringatan kepada mereka agar bersikap baik pada saudara-saudara dari Indonesia dan jangan menodai persaudaraan Indonesia-Arab Saudi. Di rumah penampungan KBRI Riyahd pun, masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan penanganan serius dari KBRI,” kata Agus kepada Tempo, Rabu, 16 Mei 2018.

TKI hilang kontak selama 28 tahun, Jumanti, akhirnya kembali pada keluarganya di Jember, Jawa Timur, pada Selasa, 15 Mei 2018. Selama bekerja, Jumanti tidak mengalami tindak kekerasan.

Be the first to comment

Komentar Anda