Terkait Tewasnya Bocah Saat Bagi Sembako Sandi Siap Penuhi Panggilan Polisi

Terkait tewasnya dua bocah saat pembagian sembako di monas akhir pekan lalu, Sandiaga Uno yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebutkan bahwa dirinya siap memenuhi panggilan polisi jika nanti ikut diperiksa.

Disebutkan oleh Sandi bahwa dirinya ingin membantu polisi dlam mencari keadilan bagi keluarga korban dimana disebutkan oleh Sandi saat ditemui awak media pada Kamis (3/5/2018) bahwa  pihaknya akan kooperatif sekali dan akan memberikan keterangan sesuai dengan apa yang diminta Polda Metro Jaya. Menurut Sandi pihaknya akan serahkan untuk pengusutan dan untuk mencari apa keadilan yang diinginkan Bu Kokom dan keluaga Mahesa ini kepada kepolisian,

Ia yakin, polisi akan meminta keterangan berbagai pihak untuk mencari kebenaran terkait kejadian itu. Sandiaga sebagai kepala daerah yang bertugas ketika acara itu berlangsung merasa berkewajiban membantu polisi.

“Saya akan berikan keterangan sesuai yang diinginkan pihak kepolisian,” ujar Sandiaga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya mengatakan, pihaknya masih menyelidiki peristiwa kematian dua bocah pada acara pembagian sembako bertajuk “Untukmu Indonesia” di Monas, Sabtu lalu.

Dalam penyelidikan itu, lanjut Argo, polisi akan memanggil sejumlah saksi, termasuk Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno. “Nanti kami agendakan dulu (pemanggilan saksi), kami klarifikasi semuanya biar jelas. Dan tidak menutup kemungkinan, nanti Wagub (DKI) pun akan kami undang juga,” ujar Argo.

Polisi sejauh ini belum dapat memastikan apakah benar kedua bocah yang meninggal tersebut merupakan korban dalam peristiwa pembagian sembako tersebut, sementara itu Sandiaga Uno menyebutkan, dua anak tewas itu akibat berdesak-desakan pada acara “Untukmu Indonesia”. Menurut Sandiaga, penyebab kematian keduanya diketahui berdasarkan hasil investigasi.

Sebelumnya, MJ dan MRS dinyatakan tewas pada Sabtu (28/4/2018). Bertepatan dengan diselenggarakannya acara pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia.

MRS diduga meninggal karena terinjak-injak saat mengantre makanan. Sedangkan MJ diduga meninggal akibat dehidrasi.

Atas peristiwa itu, Komariyah (48), ibu dari MRS melaporkan Ketua Panitia Acara Bagi-bagi Sembako, David Revano Sentosa, ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Be the first to comment

Komentar Anda