Gubernur Di Jepang Mundur Setelah Terseret Skandal Seks

Ryuichi Yoneyama (50), Gubernur Niigata, Jepang mengumumkan pengunduran dirinya setelah terseret skandal seks yang melibatkan dirinya dimana pengumuman tersebut dilakukan di hari yang sama dengan pejabat keuangan Junichi Fukuda yang mundur usai dituduh melecehkan wartawati.

Seperti dilansir Reuters dan NHK, Rabu (18/4/2018), dalam pernyataannya, Yoneyama menyebut dirinya mundur untuk menghindari pergolakan politik terkait skandal yang menjerat dirinya. Laporan majalah setempat membeberkan skandal seks Yoneyama dengan sejumlah wanita.

Dilaporkan media lokal Jepang, Mainicihi, bahwa skandal seks yang menyeret Yoneyama diungkapkan majalah Shukan Bunshun pekan ini. Dalam potongan artikelnya, Shukan Bunshun menyebut Yoneyama membayar untuk berhubungan seks dengan seorang mahasiswi berusia 22 tahun.

Yoneyama yang saat ini masih berstatus single tersebut menggelar konferensi pers dimana dirinya mengaku pernah memberikan hadiah dan uang kepada wanita yang ditemui via online.

Yoneyama menyebutkan bahwa mungkin saja hadiah dan uang yang pernah diberikannya kepada wanita-wanita yang dia kencani, disalahartikan. Yoneyama juga mengakui hubungannya dengan wanita yang dikenalnya via online itu ‘mungkin dipandang seperti prostitusi’ oleh sejumlah pihak.

Dalam pernyataannya, Yoneyama menegaskan dirinya ingin bertanggung jawab atas setiap tindakannya di masa lalu. Dia juga menyampaikan permohonan maaf karena telah menodai kepercayaan publik padanya.

“Saya meminta maaf secara mendalami karena mengkhianati kepercayaan banyak orang,” ucap Yoneyama dalam konferensi pers.

Pengunduran diri Yoneyama memicu pertanyaan soal masa depan pembangkit listrik tenaga nuklir Kashiwazaki-Kariwa di wilayah Niigata. Diketahui bahwa Niigata menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia itu. Sama seperti pendahulunya, Yoneyama menentang diaktifkannya kembali Kashiwazaki-Kariwa. Dia telah memblokir sejumlah upaya berbagai pihak untuk mengaktifkan kembali pembangkit nuklir itu.

Operator pembangkit nuklir itu, Tokyo Electric Power Company Holdings Inc (Tepco), telah mengantongi izin dari pihak regulator untuk mengaktifkan kembali dua reaktor di Kashiwazaki-Kariwa. Namun dibutuhkan izin dari Gubernur Niigata yang menjadi lokasi pembangkit nuklir itu, untuk merealisasi pengaktifan reaktor-reaktor itu.

Yoneyama sebelumnya menyatakan, dibutuhkan pemahaman lebih baik soal bencana nuklir Fukushima tahun 2011, sebelum dia menandatangani pengaktifan Kashiwazaki-Kariwa. Dengan mundurnya Yoneyama, upaya mengaktifkan kembali Kashiwazaki-Kariwa diperkirakan akan lebih mudah.

“Sungguh menyakitkan bagi saya bahwa saya tidak bisa menyelesaikan tugas menjaga keselamatan pembangkit nuklir,” ucap Yoneyama dalam konferensi pers.

Dalam kasus terpisah, Wakil Menteri Keuangan Administratif, Junichi Fukuda, mengundurkan diri usai dituduh melecehkan wartawati. Fukuda menyangkal tudingan pelecehan seksual, namun dia mengakui mundur karena tidak ingin mengganggu kinerja kementerian.

Pemilihan pengganti Gubernur Niigata yang baru kemungkinan akan dilakukan sekitar 25 April mendatang.

Be the first to comment

Komentar Anda