Kalapas Jelekong Dicopot Buntut Kasus Pemerasan Napi Modus Sebar Video Bugil

Kasus pemerasan yang dilakukan narapidana terhadap sejumlah wanita dengan modus ebar video bugil berbuntut terjadinya pencopotan terhadap Plt Kalapas Jelekong Rosidin serta penggantian sejumlah pejabat lapas.

Plt Kalapas Jelekong Rosidin ypot dari jabatannya akan kembali ditugaskan ke jabatan lamanya  sebagai Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan dan Perawatan Narapidana dan Tahanan dimana posisi Kalapas Jelekong akan digantikan oleh Andi Mohammad Syarif yang berasal dari lapas Cirebon.

Sementara itu Kepala pengamanan lapas (KPLP) Beni M Syaifullah dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (kamtib) Ade Supriyatna juga diganti

Proses pelantikan tahap pertama dilakukan terhadap KPLP dan Kasi Kamtib malam ini, Jumat (13/4/2018), di Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung.

Sementara untuk Kalapas, akan dilantik besok oleh Kadivpas Kanwil Kemenkum HAM Jabar Alfi Zahrin Kiemas. “Sudah janji, kalau ada keterkaitan (diganti),” ujar Indro usai pelantikan.

Indro mengungkapkan sebenarnya belum diketahui secara pasti Kalapas, KPLP dan Kasi Kamtib terlibat dalam kasus pemerasan. Pasalnya setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim investigasi, tidak ada kecocokan antara keterangan napi dan petugas yang disebut-sebut terlibat.

“Susah memang menyamakan pengakuan warga binaan dengan petugasnya. Akan tetapi kemarin kita lakukan razia ditemukan ponsel di lapas. Nah kita enggak main-main soal ponsel ini, jadi kami ambil langkah mereka bertanggung jawab,” ungkapnya.

Indro mengungkapkan pergantian ini juga sekaligus guna memudahkan tim investigasi melakukan penelusuran. Sehingga, tim mendapat kejelasan terkait kasus yang terjadi.

Diberitakan bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Kanwil Jawa Barat, membentuk tim investigasi kasus pemerasan berbau pornografi diduga dilakukan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) Jelekong, Kabupaten Bandung. Tim itu terdiri dari inspektorat Kemenkum HAM dan Kanwil Kemenkum HAM.

Be the first to comment

Komentar Anda