Polisi Tangkap Pembunuh Pensiunan TNI AL

Pelaku pembunuhan terhadap Hunaidi (82), pensiunan TNI AL yang dibunuh di rumahnya di kompleks TNI AL, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan berhasil ditangkap oleh polisi dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media dari Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan tersebut dimana disebutkan oleh Indra pelaku yang berhasil ditangkap satu o0rang di Pondok Labu tidak jauh dari TKP.

Indra belum mau memberikan penjelasan lebih rinci soal identitas pelaku. Ia mengatakan pelaku ditangkap pada Rabu (11/4) malam.

“(Pelaku) tidak ada hubungan keluarga dengan korban,” sambungnya.

Adapun motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut menurut Indra pihak polisi sudah mendapatkannya dari keterangan pelaku dan akan dirilis nantinya.

Sementara itu dari kronologi penangkapan pelaku¬†Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menerangkan penangkapan tersangka ini ‘tidak disengaja’. Sebab, awalnya Polsek Cilandak mendapat laporan masyarakat terkait adanya tawuran di kawasan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/4) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Polsek Cilandak dapat laporan bahwa terjadi keributan atau ada beberapa orang yang mau tawuran atau berantem. Kemudian secepat itu tim kita dari Polsek dan dibantu Reskrim untuk segera mencari tahu keributan itu,” jelas Indra kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Setiba di lokasi, tim menangkap dua orang. Salah satu pelaku yang terlibat tawuran ini ternyata mirip dengan pelaku pembunuhan Hunaidi

Dimana polisi yang sudah memiliki ciri-ciri pelaku dimana salah satunya adalah memiliki tato di lengannya yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh polisi.

Pelaku yang diketahui bernama Supriyanto kemnudian diboyong ke Mapolres Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan secara intensif terkait pembunuhan pensiunan TNI AL tersebut.

Dan setelah menjalani pemeriksaan akhirnya pelaku mengaku walaupun pada awalnya pelaku terus mengelak, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif terkait ppembunuhan sadis yang dilakukannya.

Be the first to comment

Komentar Anda