Miras Oplosan Yang Tewaskan Puluhan Orang Di Bandung Diduga Mengandung Metanol

Miras Oplosan di Kabupten Bandung, Jawa Barat yang menewaskan puluhan orang diduga mengandung metanol yaitu bahan yang biasa dipakai untuk pembuatan spiritus.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jabar Ismirni, di kantorrnya, Rabu (11/4/2018) malam disebutkan bahwa dilihat dari gejala  korban mengalami mual, muntah, hingga pandangan kabur itu biasanya diperlihatkan oleh metanol.

Metanol, menurut Ismirni, apabila akan terurai dalam tubuh akan menjadi asam format.

“Kalau positif metanol. Itu zat yang digunakan bahan bakar seperti spiritus,” ujar Ismirni.

Menurutnyai, gejala orang keracunan metanol dibagi menjadi empat fase. Pertama yakni terjadi penekanan terhadap sistem saraf pusat selama 30 menit sampai dua jam setelah terpapar.

Fase berikutnya tanpa gejala dengan durasi 48 jam setelah minum menunjukkan tanda-tanda keracunan

“Karena alkohol ini ada yang bisa ditoleransi tubuh. Sehingga wajar ada yang langsung meninggal, ada yang dua hari baru meninggal,” ujar Ismirni.

Fase ketiga yaitu pasien menunjukkan gejala muntah, mual, pusing dan pandangan kabur. Fase inilah korban bisa diambil darahnya untuk kemudian dicek buat mengetahui kandungan metanol dalam tubuh.

“Pada fase ketiga ini di mana terjadi asidosis metabolik berat, biasanya terjadi sudah melebihi dua hari. Metanol sudah dimetabolisir menjadi asam format,” ujarnya.

“Jadi sudah terurai oleh enzim tubuh, nah inilah yang menyebabkan asidosis meningkat keasaman. Asidosis meningkat dalam darah ini yang diambil, dicek di laboratorium benar enggak ada asam format dalam darahnya. Kalau ada berarti metanol,” ujar Ismirni.

Adapun fase terakhir atau fase keempat yaitu tahapan dimana seseorang mengalami toksisitas pada mata diikuti kebutaan hingga berujung kematian. Fase ini terjadi setelah dua hari.

Sementara itu menurut Kepala Dinkes Jabar Dodo Suhendar mengatakan, jika terdapat metanol dalam kandungan miras, hal itu sangat membahayakan.

Sampai saat ini miras oplosan ini telah menelan korban jiwa sebanyak 41 orang dimana korban meninggal terbanyak di RSUD Cicalengka. Dari 89 pasien, 31 di antaranya meninggal. Di RSUD Majalaya, tercatat 26 pasien dirawat, 3 meninggal meninggal dunia. Sedangkan di RS AMC, sebanyak 14 pasien dirawat, 7 meninggal.

Be the first to comment

Komentar Anda