Prabowo Prediksi Indonesia Bubar 2030 Dalam Pidatonya

Dalam pidatonya Prabowo Subianto memprediksi Indonesia bubar tahun 2030, kutipan penggalan pidato tersebut menuai kontroversi dimana para politikus ada yang setuju dan ada yang tidak dan terlibat perang pernyataan .

Dalam postingan yang diunggah akun Facebook Partai Gerindra pada 19 Maret 2017 tersebut ditam[ilkan video yang berdurasi 1:17 menit tersebut yang berisikan pidato ketua Umum partai Gerindra itu.

Unggahan tersebut saat ini telah mendapat tanda like dari 3.100 akun serta disukai 280 akun dan mendapat tanda sedih sebanyak 79 akun.

Adapun nkutipan pidato Praboiwo yang mengundang kontroversi tersebut adalah:
Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar, elit kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa. Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa. Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa. Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling! Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

Menanggapi pidato tersebut Waketum Gerindra Ferry Juliantono menjelaskan berbagai fenomena yang menguatkan prediksi itu. Pertama, Indonesia tengah menjadi rebutan negara-negara lain, sumber daya Indonesia dikuasai asing, tanah-tanah juga dikuasai asing.

Sementara itu Fadli Zon yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyatakan bahwa prediksi tersebut merupakan sebuah peringatan, dimana disebutkan oleh Fadli bahwa bubarnya sebuah negara bukan tidak pernah terjadi,  Ada Uni Soviet, yang bisa bubar meski punya partai dan angkatan militer yang kuat. Indonesia perlu menguatkan diri agar tak bubar.

“Kalau cara memimpin Indonesia sama seperti sekarang, ya bisa kacau,” ujar Fadli di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

Adapun partai di luar Gerindra yang menanggapi pidato tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai selain Gerindra yang pertama menanggapi. PSI punya posisi menyanggah prediksi itu. PSI justru merasa optimistis Indonesia punya masa depan cerah.

“Tanya Pak Prabowo sajalah. Kami ini generasi optimistis, generasi hope, bahwa Indonesia ini on the track kok, permasalahan kita menghadapi krisis global,” jelas Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

 

Ketua DPR Bambang Soesatyo juga menanggapi prediksi bubarnya Indonesia pada 2030. Politikus Partai Golkar ini tak langsung menyatakan optimisme atau pesimisme, melainkan berharap negara ini bakal terus ada hingga ujung waktu.

“Saya hanya berdoa, semoga Indonesia tetap bertahan sampai kiamat,” ujar Bamsoet di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Bamsoet enggan berspekulasi lebih jauh soal maksud pidato Prabowo. “Itu yang lebih tahu Pak Prabowo,” ujar politikus Golkar ini.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan petikan pidato itu didasari oleh keterangan para ahli dari luar negeri. Prabowo disebutnya sering berwacana intelektual.

“Pak Prabowo menyampaikan bahwa ada pendapat di luar negeri oleh para ahli dikemukakan,” sebut Muzani.

Supaya prediksi itu tak benar-benar terjadi, masyarakat Indonesia harus senantiasa mengedepankan persatuan dan kesatuan dan memegang teguh Pancasila. Bila tidak demikian, dikhawatirkan Indonesia benar-benar berpotensi habis pada 2030.

“Karena dimungkinkan Indonesia bubar bisa dari dalam atau luar. Itu yang diingatkan,” tegas Muzani.

Be the first to comment

Komentar Anda