Luhut Ancam Buka Dosa Amien Rais Tuai Pro Dan Kontra

Ancaman yang dilontarkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebutkan akan  membuka dosa-dosa Amien Rais yang sebelumnya mengkritik pembangian sertifikat tanah dari Presiden Jokowi adalah pembohongan menuai pro dan kontra.

Ancaman yang dilontrakan Luhut saat berpidato di Gedung BPK ,Jakarta pada Senin (19/3/2018) tersebut menyebutkan bahwa kritik yang dilontarkan Amien Rais asal bunyi dan Luhut kemudian mengancam akan membuka dosa-dosa mantan Ketua MPR tersebut.

 

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” ujar Luhut saat memberikan pidato di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/3).

Beberapa parpol pendukung pemerintah seperti Golkar dan PPP membela Luhut. Parpol pendukung pemerintah lainnya seperti PKB, NasDem, dan PDIP meminta perseteruan ini dihentikan.

“Ini hanya gaya Pak Luhut untuk saling mengingatkan. Kira-kira pesannya ‘jangan sembarangan lontarkan fitnah’,” kata Wasekjen Golkar Sarmuji, kepada wartawan, Selasa (20/3).

“Kita kan tahu siapa Pak Amien. Saya kira enggak perlu balas-balas ancaman seperti itu,” kata Ketua DPP NasDem Syarief Alkadri dalam kesempatan terpisah.

Sementara itu, Waketum PAN Taufik Kurniawan membela Amien yang merupakan pendiri PAN. Taufik meminta Luhut tak perlu mengancam Amien.

“Menurut saya, nggak usah terlalu baper ya, nggak usah terlalu kemudian saling mengancam. Kalau akan dibuka dosa-dosa, lah ini kan kita manusia biasa, bagaimana manusia sesama manusia saling membongkar. Kita bukan malaikat Munkar-Nakir,” kata Taufik di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Partai lainnya yang ‘menyerang’ Luhut adalah Gerindra. Gerindra mengimbau Jokowi menegur Luhut.

“Jangan seperti budaya Orba zaman dulu kembali hadir pada mental pejabat pemerintah sekarang. Presiden Jokowi harus menegur Pak LBP (akronim nama Luhut) sebelum ini menjadi polemik di tengah masyarakat,” kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade.

Be the first to comment

Komentar Anda