Gina Haspel, Wanita Pertama Calon Direktur CIA

Gina Cheri Haspel dicalonkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai Direktur CIA untuk menggantikan Mike Pompeo yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.

Pompeo sendiri ditunjuk oleh Presiden Donald Trump untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Dilansir dari Reuters, Rabu (14/3/2018), Senator Roy Wayden dengan tegas menolak pencalonan Haspel. Haspel dianggap memiliki latar belakang yang tak cocok untuk menjadi Direktur CIA.

Sementara itu seorang pejabat AS yang tak menyebut namanya seperti dilansair Reuters, Selasa (13/3/2018) meneybutkan bahwa hal tersbut akan membuka luka lama lebih dari satu dekade yang lalu, dan juga akan mengakibatkan lebih banyak pengawasan terhadap analisis dan aktivitas senat terutama apabila Gina diterima.

Adapun Gina Haspel saat ini masih menjabat sebagai Wakil Direktur CIA dimaan Gina mulai bergabung dengan badan intelijen di Amerika Serikat tersebut sejak 1985 silam.

Haspel pernah menduduki jabatan strategis di penjara CIA di Thailand. Dia diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap dua anggota Al Qaeda Alex Abd al-Rahim al-Nashiri dan Abu Zubaydah.

Perempuan yang lahir pada 1 Oktober 1956 ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Direktur Pusat Kontra Terorisme CIA Jose Rodriguez. Rodriguez menyebut Haspel merancang penghancuran puluhan video yang dibuat di situs hitam di Thailand pada 2005.

Bahkan, Mahkamah Konstitusi dan HAM Eropa pernah meminta Jaksa Agung Jerman menerbitkan surat penangkapan Haspel pada Juni 2017. Haspel dianggap terbukti membiarkan penyiksaan terhadap Abu Zubaydah.

Namun, tak hanya riwayat negatif yang menyelimuti karir Haspel. Mantan Deputi Direktur Operasi CIA itu merupakan penerima Presidetial Rank Award, Medali Intelijen Merit dan mendapatkan Penghargaan Donovan.

Be the first to comment

Komentar Anda