Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif Dilempar Sepatu Saat Hendak Pidato

Mantan Perdana Menteri Pakistan yang digulingkan, Nawaz Sharif dilenmpar sepatu saat hendak menaiki panggung untuk berpidato di  Jamia Naeemia, Pakistan, pada Minggu (11/3/2018).

Pada saat itu Nawaz Sharif menjadi tamu utama di seminari Jamia Naeemia, Ghari Shahu Lahore.  Dimana saati kejadian dimana Nawaz Sharif hendak menaiki panggung untuk berpidato dirinya dilempar oleh salah seorang pelajar dengan sepatu dan mengenai bahu dan telinganya.

Pelajar itu sempat bergerak ke depan Sharif dan berteriak “Labbaik Ya Rasulullah” sebelum akhirnya ditangkap petugas keamanan. Diberitakan NDTV dan media lokal lain, pelajar bernama Abdul Ghafoor tersebut beserta diserahkan ke polisi bersama rekannya, Sajid.

Setelah itu, situasi menegang. Sharif tetap memberikan pidato meski singkat dan tidak membahas insiden itu.
Kejadian tersebut merupakan insiden ketiga yang menimpa pemimpin partai PML-N dalam beberapa hari terakhir.

Dimana sebelumnya salah seorang pemimpin partai tersebut yakni Ahsan Iqbal, juga dilempari sepatu. Pada Sabtu (10/3/2018), wajah Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif dihitamkan dengan tinta.

Partai agamis, terutama Tehreek-e-Labbaik Pakistan, menyebut Sharif dan partainya PML-N berusaha mengubah sebuah klausa yang berkaitan dengan finalnya Nabi Muhammad dalam Konstitusi.

Faiz Rasool, pelempar tinta kepada Khawaja Asif, mengatakan pada polisi bahwa dia melakukan hal tersebut untuk melampiaskan kemarahannya terhadap PML-N yang berusaha mengganti klausa Konstitusi.

“Ini melukai sentimen jutaan warga Pakistan termasuk saya sendiri,” katanya.

Pada November tahun lalu Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid terpaksa mengundurkan diri setelah ratusan pendukung Tehreek-e-Labbaik Pakistan berkemah di persimpangan lalu lintas Faizabad Islamabad. Mereka menuntut semua yang mencoba merubah klausa tersebut untuk diadili.

Pemimpin PML-N dan Menteri Perkeretaapian Khwaja Saad Rafique mengatakan orang-orang dibalik kejadian serupa merupakan mereka yang takut atas kepopuleran PML-N.

Be the first to comment

Komentar Anda