Jaksa Agung Tegaskan Pengembalian Uang Korupsi Hanya Ringankan Dakwaan

Upaya pengembalian uang hasil korupsi oleh pelaku menurut Jaksa Agung M Prasetyo hanya bisa dijadikan pertimbangan oleh jaksa dalam memberikan keringanan dakwaan di persidangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prasetyo saat ditemui oleh awak media di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat (9/3/2018).

Dimana pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo tersebut sebagai respon atas pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto yang menyatakan seseorang dapat bebas dari jerat pidana bila mengembalikan uang hasil dugaan korupsi.

Dipastikan oleh Prasetyo bahwa bahwa pengembalian uang hasil kejahatan korupsi tak dapat menghapuskan sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap pelaku yang bersangkutan.

Ia mengatakan bahwa aturan itu sudah dijelaskan dalam pasal 4 Undang-Undang No. 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Itu sebagai pertimbangan keringanan oleh Jaksa saja, tapi tidak untuk menghapuskan tanggung jawab tindak pidananya,” kata Prasetyo.

Oleh sebab itu, Prasetyo mengatakan bahwa upaya untuk menghapuskan pidana terhadap koruptor yang telah mengembalikan uang hasil korupsinya tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sebelumnya Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, dalam kesepakatan penanganan aduan korupsi di daerah, oknum pejabat pemerintahan daerah yang terindikasi melakukan korupsi bisa dihentikan perkaranya jika mengembalikan uang yang dikorupsinya.

Be the first to comment

Komentar Anda