Mahasiswa Ditangkap Polisi Karena Paksa Pacar Layani Teman

Seorang mahasiswa berinisial Wan ditangkap oleh petugas Polres Tangerang Selatan karena memaksa pacarnya untuk melayani teman berhubungan seks, sementara itu sang teman, Adoy yang menyetubuhi korban turut diamankan.

Kasus tersebut terjadi pada 10 Desember 2017 namun baru dilaporkan oleh korban ke polisi pada 8 Februari 2018, dimana awal kejadian bermula saat korban yang diketahui berinisial RSI (20) diajak oleh pacarnya ke salah satu kamar di Apartemen Green Lake View, Ciputat pada pukul 22.50 WIB.

Dalam laporannya ke polisi korbvan menceritakan bahwa saat itu dirinya diajak berhubungan badan oleh Wan namun ditolak, karena menerima penolakan korban pelaku kemudian mengancam hingga akhirnya korban mau melayani pelaku.

 

Usai melakukan perbuatan bejat tersebut, Wan kemudian memaksa korban untuk kembali berhubungan badan dengan temannya yang lain yaitu Agoy.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Kasat Serse Polrea Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho disebutkan bahwa Wan yang merupakan pacvar korban memaksa korban untuk melayani temannya Adoy dan jika tidak mau makan korban akan dihabisi nyawanya.

“Lu harus main sama teman gue. Kalu engga main. Gue matiin lu,” ancam pelaku Wandi kepada korban yang ketakutan. Agoy pun mencabuli korban .

Atas kejadian yang menimpanya akhirnya korban melaporkan ke Polres Tangsel.

Polisi yang mnenerima laporan dari korban kemudian melakukan penyidikan dan membuat visum et repertum terhadap korban. Polisi juga menyita satu buku mutasi Apartemen Green Lake View.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Wan di tempat tinggalnya pada Senin (12/2/2018) malam. Saat dilakukan penangkapan pelaku tidak memberikan perlawanan.

Usai menangkap Wan yang merupakan salah seorang mahasiswa swasta di Tangsel, Jajaran Reskrim Polres Tangsel kemudian mengamankan teman pelaku yang ikut menyetubuhi korban, Adoy.

Keduanya saat ini telah ditahan dan harus menjalani pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Tansel, akibat perbuatan mereka akan deijerat dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara.

Be the first to comment

Komentar Anda