Pria Karimun Diperas Rp 100 Juta Oleh Pasangan Homo Yang Ancam Sebar Video Bercinta Mereka

Lima orang yang diduga merupakan sindikat pemerasan video porno homo asal Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau ditangkap oleh Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang.

Menurut keterangan yang berhasil didapat awak media dari Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno saaat dijumpai di Mapolres Tanjungpinang disebutkan bahwa kelima orang yang berinisial JP, OH, BT, AR dan IH tersebut ditangkap berdasarkan laporan korbannya yang berinisal MW (26) yang merupakan salah seorang karyawan perusahaan swasta di Tanjungpinang.

Adapun modus operandi yang dilakukan kelima orang tersebut yakni dengan cara mengancam akan menyebarkan adegan video porno yang dilakukan pelapor dengan pasangan homo di salah satu hotel di Tanjungpinang.

Pasangan MW dalam video porno itu adalah IH, satu dari lima pelaku. IH berasal dari Karimun, sama seperti empat pelaku lainnya.

Menurut Dwihatmoko disebutkan bahwa pelaku berhasil merekam adegan porno tersebut dari dalam sebuah kamar hotel dimana video tersebut akan dijadikan sebagai alat bukti.

“Keempat orang tersangka tersebut meminta sejumlah uang sebesar Rp 100 juta agar tidak diberitahukan kepada pihak polisi, tempat kerja korban, dan keluarga korban. Korban merasa ketakutan dan melaporkan ke polisi,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang dilakukan oleh pelaku dengan para pelaku guna menebus video porno tersebut di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, polisi yang telah bersiaga di lokasi tersebut kemudian berusaha menangkap pelaku namun para pelaku sempat berusaha melarikan diri.

Polisi akhirnya berhasil menangkap para pelaku dan dari tangan pelaklu polisi berhasil mendapat uang senilai Rp 1.450.000. Uang tersebut milik pelapor, yang diambil melalui ATM.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Dwihatmoko disebutkan bvahwa dari hasil penyidikan diketahui bahwa komplotan tersebut telah dua kali melancarkan aksinya, dimana MW merupakan korban yang ke-2.

Berdasarkan keterangan pelaku, kasus itu bermula dari 11 Januari 2018 tersangka UP, OH, BT, AR, dan IH berangkat dari Tanjung Batu, Karimun menuju Tanjungpinang.

 

Sekira pukul 12.00 WIB tersangka IH berkomunikasi dengan MW melalui media sosial, dengan maksud mengajak ketemu dan berhubungan badan sesama jenis.

“Pada pukul 20.00 WIB korban MW mendatangi tersangka IH yang menginap di salah satu hotel di Tanjungpinang, tepatnya di kamar 301, sedangkan empat orang tersangka JP, OH, BT dan AR menginap di hotel yang sama, di kamar 303,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada saat di dalam kamar, korban mengajak berhubungan badan seks dengan tersangka. “Pelaku lainnya langsung menggerebek kamar korban. Saat itu korban dan IH melakukan hubungan homo” ujarnya.

Setelah melihat kejadian tersebut, empat orang tersangka mengancam korban akan memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak polisi, ke tempat kerja korban, dan kekeluarga korban.

Karena ketakutan karena menerima ancaman tersebut korban yang mengaku tidak memiliki uang sebesar Rp 100 juta seperti yang diminta oleh para pelaku kemudian menyanggupi sebesar Rp 15 juta. Korban kemudian diperintahkan oleh para pelaku tidak bergerak dari hotel, dan harus mendapatkan uang tersebut.

Namun karena para tersangka tidak mendapatkan uang seperti yang disanggupi oleh korban sehingga tersangka memberikan waktu kepada korban sampai sore, agar membayar uang tersebut dengan syarat korban mengulangi berhubungan badan sesama jenis.

Kemudian setelah korban mengulangi melakukan hubungan sesama jenis tersebut para pelaku merekam dengan menggunakan ponsel dan setelah itu korban diperbolehkan pulang dimana korban diancamjika sampai sore tidak membayar uang tersebut maka tersangka akan langsung melapor ke pihak kepolisian.

Menurut pengakuan para tersangka sebelumnya mereka pernah melakukan kejahatan yang sama namun gagal mendapatkan uang dimana disebutkan oleh Dwihatmoko otak dari aksi kejahatan tersebut adalah JP yang merupakan mantan residivis di kabupaten Karimun.

Be the first to comment

Komentar Anda