Ibu Di Palembang Jual Bayi Rp 20 Juta Untuk Beli Sabu

Polisi mentetapkan Fatima alias Yanti (42) sebagai tersangka atas kasus penjualan bayi yang berusia 2,5 tahun di Palembang, Sumatera selatan.

Pelaku yang merupakan warga 13 Ilir Kota Palembang tersebut menjual bayi yang merupakan darah dagingnya sendiri tersebut dengan harga Rp 20 Juta dimana uang hasil penjualan bayinya itui digunakannya untuk membeli sabu.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara disebutkan bahwa peristiwa penangkapan terhadap pelaku dan pihak yang membeli bayi telah dilakukan dimana Fatimah sang ibu yang tega menjual bayinya tersebut ditangkap berdasarkan laporan dari suaminya Junaidi (44).

Junaidi yang curiga istrinya telkah menjual bayi mereka karena pelaku sempat menghilang akhir Desember lalu, smenetara itu pembeli bayi yang berinisial MS ditangkap di Serang, Banten pada Sabtu (13/1/2018) dimana saat ini MS belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses pemeriksaan.

Disebutkan oleh Yon Edi bahwa pelaku merupakan ibu kandung korban dimana pelaku menjual bayinya sebesar Rp 20 juta dan uangh hasil penjualan tersebut digunakan untuk nyabu.

Dikatakan Yon, usai mengendus keberadaan MS di Serang, Banten, polisi akhirnya menemukan bayi AAS di rumah sederhana tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, MS mengaku membeli bayi AAS untuk di adopsi sendiri karena mereka tidak memiliki anak.

Bahkan, MS menyebut bayi tersebut terlantar dan tidak ada orang tua yang merawatnya. Sehingga, MS dengan senang hati membeli dengan harga Rp 20 juta untuk diadopsi sebelum nantinya membuat surat-surat pengangkatan anak.

Sementara uang Rp 20 juta yang disepakati antara MS dan Fatimah adalah sebagai ganti biaya persalinan. Dimana Fatimah mengaku sudah tidak memiliki suami dan tidak sanggup menghidupi bayinya.

Menurut Yon untuk saat ini pembeli belun ditetapkan sebagai tersangka karena menurut pengakuan mereka juga tertipu ileh nibu kandung korban dan belum ada indikasi adanya sindikat perdagangan anak. dimana mereka murni hendak mengadopsi namun polisi masih melakukan penyidikan dan akan terus dikembangkan.

Sementara bayi yang dijual oleh ibu kandungnya tersebut saat ini telah ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk diorawat, sedangkan ibu kandungnya saat ini ditahan di Mapolres Palembang dan akan dijerat dengan pasal 76 juncto pasl 83 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Be the first to comment

Komentar Anda