Fredrich Yunadi Ditangkap KPK

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (13/1/2018) dimana Fredrich bersama petugas KPK tiba di gedung merah putih KPK pada pukul; 01.00 WIB.

Dengan menggunakan kaos hitam, celana Jins dan memakai sandal , Fredrich terlihat turun dari mobil dan berjalan menuju lobi gedung KPK dengan didampingi oleh petugas KPK.

Ditangan Fredrich terlihat ia memegang kertas namun Fredrich menolak berkomentar saat ditanyakan tentang penangkapan dirinya oleh KPK.

Sebelum ditangkap ,Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo dipanggil oleh KPK untuk diperiksa sebagai tersangka pada Jumat (12/1/2018) namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut dan hanya Bimanesh yang memenuhi panggilan. Pada Jumat pukul 22.43 WIB tadi, KPK resmi menahan Bimanesh.

Keduanya dijadikan tersangka karena  kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

 

 

Pihak pengacara Fredrich sebelumnya meminta penundaan pemeriksaan kepada KPK. Alasannya karena mereka sedang mengajukan sidang kode etik profesi atas Fredrich.

Sebelumnya diberitakan, KPK mengungkapkan adanya dugaan persekongkolan antara Bimanesh dengan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Dalam kasus ini, Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka dimana kasus bermula saat SAetya Novanto yang dipanggil KPK sebagai saksi maupun tersangka berkali kali mangkir dan menghindari panggilan.

Dan pada 15 November 2017 KPK yang mendatangi rumah Novanto untuk melakukan penangkapan namun tidak menemukannya di rumah.

Akibat menghilangnya Novanto pada 16 November 2017 KPK memasukkan Novanto kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tak lama berselang Novanto muncul dalam wawancara dengan salah satu televisi swasta melalui panggilan telepon dan mengaku akan mendatangi KPK, namun kemudian terdengar kabar bahwa Novanto mengalami kecelakaan dan dibawa ke RS Medika Permata Hijau.

Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh KPK disebutkan bahwa saat dibawa ke RS Medika Permata Hijau Novanto langsun masuk ke ruang rawat inap kelas VIP dan bukan dibawa ke unu=it gawat darurat, dimana sebelum kecelakaan Fredrich diduga telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak RS.

Menurut pengakuan dari salah seorang dokter di rumah sakit tersebut dikatakan bahwa ia sempat ditelepon oleh seseorang yang diduga merupakan pengacara Novanto yang hendak menyewa satu lantai Rumah Sakit, dimana waktu itu belum diketahui Novanto akan dirawat karena sakit apa.

Be the first to comment

Komentar Anda