La Nyalla Ungkap Adanya Permintaan Rp 40 M Dari Prabowo Untuk Mahar Pilgub Jatim

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti mengaku kecewa karena telah dimintai uang mahar sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dimana disebutkan oleh La Nyalla uang sebesar Rp 40 miliar tersebut sebagai uang mahar politik terkait pencalonannya sebagai Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018.

Disebutkan oleh La Nyalla uang mahar itu harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017 jika ia ingin direkomendasikan sebagai Cagub dimana permintaan tersebut disampaikan oleh Prabowo di Hambalang pada 9 Desember 2017 lalu saat dirinya diundang Prabowo ke rumahnya dimana sat pertemuan tersebut Prabowo ditemani oleh dua orang ajudannya yakni Prasetyo dan Sugiarto.

La Nyalla menyebutkan bahwa ia sebenarnya telah menyediakan dana sebesar Rp 300 miliar dan sanggup menyediakan Rp 500 miliar karena dirinya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim, namun dirinya mengaku bahwa ia ngotot baru akan menyerahkan uang tersebut setelah resmi di daftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur namun permintaan tersebut ditolak Prabowo.

Disebutkan oleh La Nyalla pada saat itu Prabowo marah marah seperti orang kesurupan, namun La Nyalla menyebutkan bahwa ia tidak punya bukti apa pun untuk menunjukkan permintaan Prabowo itu, termasuk pesan elektronik ataupun rekaman telepon namun dirinya berani di sumpah pocong.

Karena hal tersebut La Nyalla keluar dari partai Gerindra yang selama ini dibelanya dan mengaku tidak akan lagi mendukung partai tersebut.

“Pertanyaannya, apakah saya akan dukung Prabowo 2019? Mohon maaf, ini saya orang bego kalau masih mendukung Prabowo Subianto. Dan saya yakin seluruh kader saya di Jatim itu tidak mau mendukung Prabowo Subianto. Ini sudah selesai. Jadi, kalau ditanya saya masih mau sama Gerindra, (jawabannya) tidak,” cetus dia.

Sementara itu menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh La Nyalla,  Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut tudingan syarat duit miliaran rupiah oleh Prabowo tidak ada benarnya sama sekali.

Ditegaskan oleh Riza bahwa Gerindra bukanlah partai yang suka menarik duit dari pasangan calon yang akan mereka usung di kontestasi pemilihan kepala daerah. Dia bahkan menyebut Gerindra kerap menjadi penyokong dana utama.

“Partai Gerindra ketika itu Pak Hasjim ketika itu sampai Rp 62,5 miliar itu keluar uang untuk kepentingan Pilkada DKI Jokowi-Ahok,” tutur Riza.

Senada dengan Riza ,Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga telah angkat bicara terkait tudingan dari La Nyalla. Dimana menurut Fadli tudingan dari La Nyalla tidak memiliki bukti.

“Kalau dari Pak Prabowo nggak ada ya, dan saya tidak pernah mendengar dan juga menemukan bukti semacam itu ya,” kata Fadli Zon.

Be the first to comment

Komentar Anda