Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Terhadap Sandiaga Uno Soal Dugaan Penipuan

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Sandiaga Uno dengan rekannya Andreas Tjahjadi saat ini sedang diselidiki oleh Polda Metro Jaya. Dimana Sandiaga dan Andreas kembali dilaporkan oleh Direktur PT Japirex Djoni Hidayat melalui kuasa hukumnya Fransiska Kumalawati Susilo pada 8 Januari 2018. Laporan itu tercatat dalam LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Laporan yang masuk pada  8 Januari 2018 tersebut merupakan laporan yang ketiga kalinya dimana sebelumnya Kuasa hukum Djoni Hidayat, Fransiska telah dua kali melaporkan yakni pada 8 Maret 2017 dan pada 21 Maret 2017.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawasn membenarkan tentang adanya penyelidikan yang dilakukan setelah diterimanya laporan tersebut.

Dimana Laporan dugaan penipuan oleh Sandiaga dan Andreas berkaitan dengan kasus jual beli tanah ribuan meter persegi di Curug, Tangerang, Banten.

Argo belum dapat memastikan kapan penyidik memanggil Sandiaga untuk diperiksa.

Sementara itu Sandiaga Unoyang dimintai keterangan enggan menanggapi pelaporan atas dirinya terkait kasus tersebut. Sandi mengaku lelah menanggapi kasus hukum yang dikait-kaitkan dengan dirinya.

“Saya kalau soal hukum enggak mau berkomentar, sudah lelah saya dikait-kaitkan mulu,” kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/1).

Sandiaga dan Andreas dilaporkan karena diduga memalsukan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik, seperti yang tercantum dalam pasal 378 dan atau pasal 372 dan atau pasal 263 dan atau pasal 266 UU KUHP.

Kasus itu terjadi pada 2012. Sandiaga dan Andreas menjual tanah tanpa ada balik nama pemilik tanah dimana diketahui, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menetapkan Andreas Tjahjadi sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan penjualan tanah. Sementara, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno yang turut dilaporkan dalam kasus itu masih berstatus saksi.

Be the first to comment

Komentar Anda