Pengakuan Mengejutkan Sutradara Video Porno Bocah Dan Perempuan Dewasa

Pengakuan-pemngakuan yang cukup mengejutkan disampaikan oleh M.Faisal Akbar (32) ,pria yang menjadi sutradara video porno yang diperankan oleh bocah dan perempuan dewasa.

Pria yang ditangkap di kediamannya di Bandung pada MInggu (7/1/2018) oleh tim Gabungan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung diduga menjadi perekam dan orang yang mengarahkan gaya kepada bocah bocah yang bermain di video porno tersebut.

Video porno yang disutradarai oleh Faisal tersebar di medsos sejak beberapa hari terakhir. Terdapat dua video yang memperlihatkan adegan ranjang bocah dengan perempuan dewasa di sebuah kamar diduga hotel di Bandung.

Faisal yang berhasil ditangkap tersebut saat diinterogasi mengaku bahwa ia telah memproduksi empat video porno dimana selain video porno bocah dan perempuan dewasa ia t=mengaku sebelumnya merekam  video porno yang pemerannya antara orang laki-laki dewasa dan perempuan dewasa.

Menurut pengakuan Faisal, sutradara tersebut sisebutkan bahwa video porno yang dibuatnya merupakan pesanan dari seorang warga negara Rusia yang dikenalnya dari media sosial vk.com yang disebut-sebut buatan Rusia. VK bukanlah Facebook. Namun tampilan website itu hampir menyerupai tampilan Facebook.

Faisal menjual video lewat Telegram ke luar negeri. Dia meraup keuntungan puluhan juta rupiah dari video itu. Faisal mematok harga berbeda dari setiap konten porno tersebut. Untuk foto, Faisal mendapat imbalan Rp 6 juta. Video dengan peran dua bocah dihargai Rp 16 juta. Sedangkan di video lain, ia mendapat bayaran Rp 9 juta.

Bila Faisal dapat bayaran hingga Rp 31 juta, para pemeran yang terlibat dalam video porno itu diberi imbalan yang tak sebanding dengan duit jutaan yang diterima Faisal. Mereka maksimal hanya mendapat Rp 1,5 juta.

Menurut keterangan yang diberikan Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, pada Senin 8 Januari 2018 disebutkan bahwa total yang berhasil didapat oleh Faisal sebesar Rp 31 juta.

Sementara itu keterangan yang diberikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Selasa 9 Januari 2018 menyebutkan bahwa Faisal mengaku dibayar dengan Bitcoin, namun ketika ditanyakan nomor E-wallet-nya Faisal mengaku tidak mengerti. Berarti ini ada noise apa yang dimunculkan dari pengakuannya nggak sesuai.

Ditambahkan oleh Umar setiap kali selesai membuat video porno, Faisal disebut polisi selalu melakukan perjalanan ke Bali.

“Kami tracing memang ada perjalanan ke Bali. Waktunya berdekatan dengan pembuatan video itu. Jadi diduga setiap selesai membuat video dia pergi ke Bali,” kata Umar.

Indikasi lain yang menambah keraguan penyidik adalah soal bahasa. Faisal mengaku berkomunikasi dengan bahasa asing kepada pelanggannya. Namun Faisal tidak bisa berkomunikasi saat dites penyidik.

“Dia ngakunya kan berkomunikasi dengan warga Rusia, Kanada, dan Belanda. Tetapi ketika ditanya menggunakan bahasa Inggris, dia nggak ngerti. Jawabannya cuman yes atau no saja, ya bahasa Inggris biasa,” tutur Umar.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, dipastikan bahwa Faisal , tidak memiliki perilaku seks menyimpang, seperti pedofil. Namun polisi menduga Faisal memiliki ciri-ciri perilaku autis.

Dugaan tersebut berdasarkan keterangan istri pelaku dimana menurutnya Faisal sering menghabiskan waktu dengan bermain gadget, baik ponsel maupun laptop. Faisal juga kerap menyuruh istrinya memakai pakaian seksi untuk difoto.

Sampai saat ini polisi terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dimana polisi terus meminta keterangan kepada Faisal, Pelaku juga telah dites kejiwaannya oleh tim Psikolog polda Jabar dan sedang menunggu hasilnya.

Be the first to comment

Komentar Anda