Mertua Laporkan Menantunya ke Polisi Dengan Tuduhan Menggunakan Mas Kawin Palsu

Seorang pria di Kebumen Jawa Tengah saat ini harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah ia dilaporkan oleh mertuanya sendiri karena menggunakan mas kawin palsu saat menikahi kekasihnya.

Pria yang bernama Abi Dwi Septian (25) tersebut selain dituduh menggunakan mas kawin palsu tersangka juga dilaporkan karena tidak membayar biaya dekorasi pengantin.

Pria yang merupakan warga Desa Bumirejo, Kecamatan Kebumen tersebut diduga melakukan tindak penipuan dengan menggunakan mas kawin  imitasi seberat 13 gram untuk menikahi seorang gadis asal Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan.

Karena merasa tertipu oleh pelaku, Ateng Wahyudi (47) yang merupakan orang tua korban dan mertua pelaku kemudian melaporkan ke polisi dimana selain menggunakan mas kawin imitasi tersebut mertua korban menyebutkan bahwa pelaku  berjanji akan membiayai pernikahan sebesar Rp 150 juta namun tak dilakukannya.

Menurut keteangan yang diberikan oleh Kapolsek Kebumen Iptu Mardi disebutkan bahwa Atas dugaan penipuan itu, tersangka dilaporkan ke Polsek Kebumen dan langsung  tangani. Tidak hanya emas imitasi, menurut penuturan orang tua mempelai perempuan bahwa tersangka juga berjanji akan menanggung biaya pernikahan sebesar Rp 150 juta tapi itu juga tidak benar adanya.

Ditambahkan oleh iptu Mardi pemilik dekor pengantin yang bernama Teguh Karyanto (44) warga Desa Logede, Kecamatan Pejagoan juga turut melaporkan tersangka karena tidak membayar biaya sewa dekor pengantin saat tersangka menikah sebesar Rp 7.350.000 .

Adapun tersangka melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya yang telah menjalin hubungan dengannya selama 7 bulan tersebut pada 26 Desember 2017 lalu akan tetapi sehari setalh pernikahan tersebut istrinya langsung pulang ke rumah orang tuanya lantaran merasa ditipu oleh suaminya.

Tersangka yang bekerja di salh satu Bank di kebumen tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan kini ditahan di Mapolsek Kebumen dan akan dijerat dengan pasal  378 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Be the first to comment

Komentar Anda