11 Orang Terluka Saat Pesawat Milik Maskapai Taiwan Alami Turbelensi

Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Taiwan, Eva Air dilaporkan mengalami turbelensi yang cukup parah pada saat melakukan penerbangan ke Chicago, Amerika Serikat. Dilaporkan setidaknya terdapat 11 orang yang mengalami luka-luka akibat Turbelensi yang terjadi saat penerbangan yang berdurasi 13 jam tersebut.

Dari foto yang diambil oleh penumpang terlihat barang barang bawaan penumpang seperti tas, majalah dan makanan berserakan di lantai pesawat tersbut, seperti yang dilansir Metro, Senin (27/11/2017), Pesawat Boeing 777 tersebut berhasil mendarat dengan selamat.

Setelah melakukan pendaratan kesebelas penumpang yang terluka diantaranya 8 orang Pramugari dan 3 penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Sebagian besar dari para penumpang yang terluka karena mengalami benturan, dimana para pramugarai yang terluka diketahui tidak berada di ntempat duduk ketika pesawat mengalami turbelensi sehingga mereka tidak dapat menghindari benturan.

Melalui foto yang tersebar para pramugari yang tidak duduk tersebut berusaha berdiri dengan berpegangan ke benda apapun yang ada disekitar mereka.

 

Pesawat Eva Air yang mengalami kejadian tersebut akhirnya berhasil melakukan pendaratan dengan selamat di Bandara Internasional Chicago O’Hare sekira pukul 18.38 malam waktu setempat. Seperti yang dilaporkan oleh Mirror pesawat tersebut mengalami turbelensi sekira 20 menit sampai 1 jam setelah terbang yang menimbulkan kepanikan bagi para penumpang dan awak kabin.

Pesawat tersebut diketahui tengah mengangkut 178 penumpang dan 21 awak.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Juru bicara maskapai Eva Air disebutkan bahwa dalam penerbangan tersebut terdapat dokter yang kemudian membantu untuk mmerawat orang orang yang terluka dan pihak maskapai juga akan memberikan kompensasi sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka atas insiden yang terjadi  dimana masing masing penumpang akan diberikan Rp 4 juta atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat turbelensi tersebut.

Be the first to comment

Komentar Anda