Kegiatan Di Makam Cyrus Dilarang Otoritas Iran, Sejumlah Orang Ditangkap

Sejumlah orang ditangkap oleh otoritas Iran setelah melakukan kegiatan ilegal di makam Raja Persia Kuno, Cyrus Agung, dimana kegiatan di larang dilakukan di makan Raja tersebut oleh pemerintah.

Dilansir AFP, Senin (30/10/2017), The Mizanonline memberitakan bahwa kementrerian Intelijen mengidentifikasi bahwa ada anggota kelompok kontra Revolusioner yang hendak mengadakan kegiatan di makam mtersebut dengan tajuk perayaan Cyrus.

Oleh pihak Otoritas Iran jalan utama menuju ke arah makam tersebut yang berada di antara kota Shiraz dan Esfahan diblokade.

Pihak Otoritas beralasan bahwa blokade jalan adalah bertujuan untuk pengerjalan proyek jalan, Menurut Kantor Berita ISNA dilaporkan bahwa kepala elite Garda Revoluusioner Iran, Jendral Hashen Ghiassu telah mengeluarkan peringatan kepada kelompok revolusioner yang hendak mmengadakan kegiatan tersebut.
Pada akhir Oktober ini pihak keamanan Iran juga telah menangkap sejumlah orang terkait kegiatan yang akan dilakukan di makam tersebut, dimana di media- media sosial beredar tayangan yang memperlihatkan pendukung kegiatan tersebut meneriakkan kebebasan berekspresi, bersamaan dengan slogan nasionalisme Iran yang anti-Arab.

Mereka ditahan karena “melanggar norma-norma dan meneriakkan slogan-slogan yang melawan nilai-nilai” dari Republik Islam Iran.

Seperti yang dilansir dari situs twasul, Sabtu (29/10/2016) dalam demonstrasi tersebut para partisipan kegiatan itu  meneriakkan yel-yel anti Arab. Mereka berkumpul di lokasi makam Raja Cyrus yang berada di Pasargadae.

Menurut Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), para pengunjuk rasa juga meneriakkan, “Iran adalah negara kita, Cyrus adalah ayah kami” dan “kekuasaan ulama identik dengan hanya tirani, hanya perang.”

Para demonstran juga dilaporkan meneriakkan, “kebebasan pikiran tidak bisa berlangsung dengan jenggot, “referensi ke pemimpin teokratis sedang berkuasa”.

Menurut para demostran segala sesuatu datangnya dari Tuhan, kecuali musibah, karena datangnya dari bangsa Arab.

“Kami Bangsa Arya sebagai etnis terunggul dan paling mulia di atas muka bumi ini tidak akan pernah sudi menyembah tuhan yang disembah oleh bangsa Arab,” demikian teriak para demostran.

Raja Cyrus Agung adalah pendiri Kekaisaran Achaemenid di Abad 6 Sebelum Masehi, yang menguasai seluruh kawasan Persia Kuno selama 30 tahun. Hari Cyrus diperingati setiap 29 Oktober yang bertujuan untuk memperingati hari  perebutan Cyrus terhadap Babilonia pada 539 Sebelum Masehi. Setelah itu, Sang Raja mengizinkan kaum Yahudi untuk hidup di situ dan membebaskan mereka dari perbudakan.

Be the first to comment

Komentar Anda