Pimpinan Pondok Pesantren Di Malang Cabuli Santrinya Saat Ditinggal Pergi Anak Dan Istrinya

NH (54) yang dikenal sebagai seorang pimpinan pondok pesantren yang terdapat di Ngantang, Kabupaten Malang ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Batu, Malang atas tindak pidana pencabulan, dimana pencabulan tersebut dilakukan tersangka terhadap santrinya yang masih di bawah umur.

Sang pimpinan Pondok pesantren tersebut ditangkap saat berada di rumahnya pada Jumat (29/9) pukul 09.30 WIB setelah polisi mendapat laporan dari salah seorang warga yang mengetahui perbuatan yang telah dilakukan tersangka tersebut.

Berdasarkan keterangan yang berhasil diperoleh para awak media dari Wakapolres Batu, Kompol Nurmala disebutkan bahwa tersangka telah mengakui semua perbuatan yang dilakukannnya dan mengaku telah melakukan persetubuhan dengan korban sejak akhir 2016 dimana terakhir kali dilakukan pada Jumat (29/9) lalu.

Tersangka yang telah menyimpan niat jahat dalam benaknya dengan bujuk rayu dan mengiming imingi santrinya tersebut cara cepat menghafal Alquran hanya demi untuk memuaskan nafsunya.

Menurut pengakuan tersangka awal mula kejadian saat kondisi rumahnya sepi dimana anak dan istrinya tidak berada di rumah korban ND (17) dihubungi oleh tersangka untuk datang ke rumahnya.

Setelah korban datang ke rumah tersangka dengan diiming-imingi agar bisa secara cepat menghafal Alquran korban berhasil diajak masuk ke kamar tersangka.

Menurut pengakuan dari korban sendiri dirinya telah dilecehkan oleh tersangka bahkan telah disetubuhi dan telah dilakukan berulang kali, dan selain korban ND juga terdapat 5 orang korban lainnya yang turut mengadu telah menjadi korban namun diantara korban lainnya hanya ND yang sampai disetubuhi sedang korban lainnya belum sampai persetubuhan.

Tersangka akan dijerat dengtan UU perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara, namun berdasarkan catatan di kepolisian tersangka telah pernah ditahan atas kasus yang sama pada 2008 lalu sehingga ancaman hukuman terhadap tersangka bisa lebih berat yakni 15 tahun penjara.

Saat ini tersangka telah ditahan dan polisi juga menyita barang bukti dari tempat kejadian berupa pakaian korban, boneka dan sebuah bantal. Dimana boneka tersebut diamankan dari kamar tersangka karena diduga digunakan sebagai alat bagi tersangka saat melakukan aksi cabulnya tersebut.

Be the first to comment

Komentar Anda