Untuk Bebaskan Ibu Dari Kasus Korupsi Anggota DPR Suap Ketua Pengadilan Tinggi Rp 1M

Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus suap yang melibatkan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara , Sudiwardono dan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Aditya Moha mendapat penjelasan dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syaarif.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Laode disebutkan bahwa Anggota DPR yang tertangkap tangan oleh KPK tersebut berencana untuk menyelamatkan ibunya Marlina Moha yang sedang terjerat kasus Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow, dimana saat ini ibunya sedang melakukan banding ke pengadilan tinggi atas vonis 5 tahun penjara yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Manado pada juli 2017 lalu.

Agar prose banding ibunya diterima  maka Aditya Moha diduga memberikan uang dalam bentuk Dollar Singapura sebesar SCD 101.000 atau sekitar Rp 1 miliar kepada Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono yang bertujuan untuk mendapatkan putusan bebas dalam banding ke Pengadilan Tinggi tersebut.

Peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh KPK terhadap kedua tersangka tersebut terjadi pada Jumat (6/10/2017)

Ibu tersangka Aditya sebelumnya merupakan mantan Bupati Bolaang Mongondow yang dijatuhi hukuman 5 tahun penjara karena terlibat kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa

“Dugaan transaksi suap hakim S dan anggota DPR AAM terkait pengurusan putusan terdakwa Marlina Moha Siahaan yang ajukan banding di PT Manado atas putusan Pengadilan Tipikor Manado sebelumnya. Targetnya diindikasikan agar Marlina Moha bisa diputus bebas atau ringan,” sebut Laode M Syaarif dalam keterangan persnya, Sabtu (7/10/2017).

Selain kedua tersangka yang disebutkan diatas juga terdapat beberapa orang lain yang turut diamankan tim KPK. Saat ini, Aditya Moha dan Hakim Sudiwardono beserta tiga orang yang dibekuk dalam OTT tersebut sedang diperiksa secara intensif oleh tim penyidik KPK.

Mengenai ibu dari anggota DPR yang tertangkap tangan itu yakni Marlina Moha Siahaan sampai saat ini belum ditangkap yang menurut sumber yang dapat dipercaya disebutkan bahwa dalam waktu dekat ini akan ditentukan status tersangka terhadap Hakim Sudiwardono dan Anggota DPR Aditya Moha, serta akan dilihat juga terkait keterlibatan ibunya Marlina.

Marlina Moha Siahaan yang sebelumnya merupakan bupati Bolaang Mongondow dua periode dan juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bolaang Mongondow. Selepas menjadi bupati, Marlina menduduki kursi anggota DPRD Propinsi Sulawesi Utara, Periode 2014-2019 dari Partai Golkar.

Pada 19 Juli 2017 lalu, Marlina divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado dengan pidana 5 tahun penjara, denda Rp200 juta dengan subsider 2 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp1,25 miliar subsider 2 tahun penjara.

Marlina divonis terbukti melakukan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Bolaang Mongondow dari APBD tahun 2010.

Setelah diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri Manado Marlina sempat menjalani penahanan di rutan Malendeng Manado namun sejak Senin (26/9/2017) hingga Jumat (29/9/2017), terdakwa Mantan Bupatin tersebut malah bisa keluar dari tahanan dan mengikuti Rapat Koordinasi Partai Golkar Sulut yang diselenggarakan di The Sultan Hotel, Jakarta.

Be the first to comment

Komentar Anda