Pemuda Di Bekasi Tewas Dikeroyok Teman Temannya Karena Foto Profil BBM

Hanya karena foto profil BBM seorang pemuda TP (21) tewas dikeroyok oleh teman-temannya sendiri dikontrakan daerah Kampung Cibereum RT 03 RW 03 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media dari Kapolsek Cikarang Kompol Puji Hardi disebutkan bahwa awal mula kejadian sampai terjadinya pengeroyokan tersebut saat korban bersama enam orang temannya AH ,DW,JO, AN dan dua org perempuan VN dan DL berkumpul di rumah kontrakan tempat kejadian menikmati minuman keras.

Saat sedang minum-minum tersebut salah seorang perempuan yakni DL mengambil foto AN dan menjadikannnya sebagai foto profil BBM.

Melihat hal tersebut TP yang merupakan kekasih korban merasa cemburu dan marah dan sekitar pukul 23.00 WIB korban mendatangi kontrakan tersebut bersama dengan 2 orang temannya untuk menemui DL dan saat bertemu korban menuding kalau DL telah memiliki kekasih lain seperti foto profil BBM nya.

Saat mendatangi kontrakan tersebut korban membawa sebilah samurai dan langsung ke dalam dan marah-marah. Di dalam rumah kontrakan tersebut korban menemui AH dan marah marah serta mencekiknya, tak terima atas perlakuan korban terhadapnya AH kemudian membalas memukul korban, keributan tersebut akhirnya berhasil dilerai.

AH yang tidak terima mendapat perlakuan dari korban kemudian menghubungi teman-temannya memberitahukan perbuatan korban kepadanya.

Kemudian bersama temannya yang berinisial DS , JKT dan W tersangka AH kemudian melabrak korban lalu mengeroyok dan memukuli korban sehingga korban mengalami luka robek di bagian kepala dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah mengeroyok korban para tersangka kemudian kabur meninggalkan lokasi kejadian, polisi yang mendapat laporan tentang kejadian tersebut kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap para pelaku dari lokasi yang berbeda.

KIni para tersangka telah mendekam di sel tahanan Polsek Cikarang guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dan akan dituntut dengan pasal 170 ayat 2 sdan 3 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Selain menangkap tersangka polisi juga menyita barang bukti berupa satu kunci T dari besi dengan panjang 40 cm serta sebuah sapu yang dipakai para tersangka saat memukuli korban dan juga sebuah celana yang terdapat bercak darah milik korban.

Be the first to comment

Komentar Anda