Beredar Video Di Facebook Perlihatkan Tiga Orang Berada Di Dekat Kawah Gunung Agung

Sebuah video beredar di media sosial Facebook yang memperlihatkan tiga orang yang diketahui berada di puncak gunung dekat kawah gunung Agung yang terlihat mengeluarkan uap yang semakin meningkat.

Kawasan tempat ketiga lelaki tersebut merekam aktivitas mereka di dekat kawah gunung Agung sebenarnya telah disterilkan dan dievakuasi, dimana zona 12 Kilometer dari gunung dinyatakan steril. Sampai sejauh ini telah mencapai lebih dari seratus ribu jiwa yang dievakuasi ke tempat-tempat penampungan di berbagai tempat sebagai antisipasi meletusnya gunung Agung yang bisa terjadi kapan saja.

 

Perbuatan ketiga pria tersebut mendapat kecaman dari pihak yang berwenang dengan menyebutkan bahwa perbuatan mereka merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab karena dikhawatirkan bisa membuat orang lain meniru perbuatan mereka memasuki wilayah yang telah dilarang sejauh ini.

Lebih dari 144.000 orang telah meninggalkan rumah mereka yang berada di sekitar gunung berapi tersebut dimana Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendesak agar warga yang daerah tempat tinggalnya secara resmi aman agar kembali ke rumah mereka masing masing dimana menurut perkiraan ada 75.000 warga yang tinggal di daerah yang secara resmi aman ikut mengungsi.

Menurut Gubernur tidak ada alasan bagi warga yang tinggal di daerah yang secara resmi aman ikut mengungsi karean dianggap akan menjadi beban bagi pengungsi lainnya yang memang seharusnya mengungsi karena tempat penampungan sementara yang penuh. Ia juga menghimbau agar pihak berwenang agar bisa menggunakan data registrasi desa untuk mengidentifikasi pengungsi resmi.

Di dekat zona bahaya sejumlah dusun terlihat sepi tidak berpenghuni namun di tempat lain terlihat kehidupan sehari hari terus berlanjut, dimana saat ditemui ke salah satu warga Wayan Sudarma mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dan tidak bisa memprediksinya namun menyatakan bahwa ia tidak mersa takut meskipun ada resikonya,

 

Be the first to comment

Komentar Anda