Pemerintah China Blokir WhatsApp

China akhirnya memblokir WhatsApp, layanan pesan instan populer yang telah diambil alih oleh Facebook pada 2014 lalu, dimana menurut laporan terakhir disebutkan bahwa WhatsApp sudah tidak dapat digunakan oleh sebagian besar penggunannya di China.

Seperti diketahui sebelumnya pemerintah China sudah berupaya melakukan blokir terhadap WhatsApp sejak pertengahan Juli lalu dikarenakan pada saat itu para pengguna kesulitan dalam mengirim foto dan video lewat layanan tersebut dan hanya bisa mengirim pesan teks.

Namun awal pekan ini keseluruhan layanan WhatsApp di China dilaporkan sudah tidak dapat digunakan termasuk pesan teks.

Menurut keterangan Nadim Kobeissi, seorang Cryptographer dari firma riset Symbolic Software disebutkan bahwa cara pemblokiran dengan menggangu fungsi layanan terlebih dahulu sebelum melakukan pemblokiran sepenuhnya termasuk jarang dilakukan dan bukan metode teknis yang biasa dilakukan pemerintah China.

Dimana disebutkan oleh Nadim bahwa monitor trafik internet di Symbolic Software telah mendeteksi adanya gangguan WhatsApp di China sejak Rabu pekan lalu namun baru pada hari Senin ini terblokir sepenuhnya.

Meskipun diketahui beberapa saat terakhir ini Marc Zuckerberg pemilik perusahaan Facebook yang juga telah mengambil alih layanan WhatsApp telah melakukan pendekatan terhadap pemerintah China, dimana layanan tersebut adalah satu-satunya produk terakhir mereka yang diperbolehkan beroperasi di China Sebelumnya aplikasi utama merkea FDacebook sudah diblokir sejak 2009 lalu.

Namun pendekatan yang dilakukan oleh Zuckerberg tampaknya tidak berhasil menghentikan upaya pemblokiran yang diterapkan oleh pemerintah China tersebut.

Layanan lain selain Facebook dan WhatsApp  seperti Instagram juga sudah tidak bisa diakses para pengguna di negeri tirai bambu tersebut sehingga dengan pemblokiran tersebut maka warga China dan para pengunjung di negara tersebut harus menggunakan layanan alternatif seperti Wechat yang merupakan aplikasi layanan instan produk lokal di China.

Pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah China ini dilakukan menjelang persiapan Beijing dalam menyambut Kongres Partai Komunis yang akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2017 dimana perhelatan besar ini diadakan setiap lima tahun sekali dilakukan untuk memilih jajaran pimpinan Partai Komunis.

 

Be the first to comment

Komentar Anda